Senin, 03 Februari 2014

Cara Mengetahui Ciri-Ciri Emas Asli Atau Palsu

Emas palsu adalah emas dengan kadar yang sangat rendah, misal 10 karat atau kurang. Tidak ada ukuran pasti. Kita pasti ingin tahu apakah emas yang akan kita beli atau emas yang sudah kita miliki adalah emas asli. Sebagai tips awal, jika ingin berinvestasi emas pastikan membeli di toko-toko emas dengan sertifikasi yang sudah terkenal/teruji misalkan kalau di Indonesia ya LM emas keluaran Antam atau dinar keluaran gerai dinar (yang dicetak juga oleh Antam).
Dengan sertifikasi tersebut paling tidak kita sudah mendapat garansi awal bahwa emas yang kita beli benar-benar asli sesuai spesifikasi yang ada di sertifikat. Tetapi jika ingin memeriksa untuk diri sendiri, berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui ciri-ciri emas asli atau palsu atau berkarat rendah. Artikel ini untuk melakukan pengecekan emas secara umum, untuk emas yang bersertifikat antam lain kali akan kita bahasa diartikel tersendiri.

1. Lihat Ciri-Ciri Emas Secara Visual
Cara paling mudah yang untuk memeriksa apakah sebuah emas asli atau palsu adalah dengan melihat ciri-ciri visualnya. Amati tanda-tanda tertentu yang merupakan ciri emas murni. Biasanya dalam logam mulia atau perhiasan emas ada cap yang menandakan kadar emas, misal dalam fineness ( 1-999 atau 0.1-0.999) atau dalam karat ( 10K , 14K , 18K , 22K atau 24K ) . Jika tulisan terlalu kecil gunakan kaca pembesar untuk mempermudah pengamatan. Tetapi tidak semuanya memiliki cap, misal model-model lama. Dan emas palsu bisa jadi juga memiliki cap karat tersebut agar terlihat asli.

Cara kedua adalah cek perubahan warna. Gosok dengan jari pada bagian-bagian tertentu atau cari bagian yang kira-kira sering mendapat gesekan, misal sekitar tepi logam mulia atau koin emas. Emas palsu akan menampakkan warna logam lain yang berbeda di bawahnya sehingga terlihat warna emas tidak seragam dan bergradasi.

2. Gigit Emas-nya
Jika Anda melihat di film-film ada orang menggigit emas atau atlit Olimpiade menggigit medali emas yang baru mereka peroleh, hal tersebut lazim dan bukan tanpa tujuan. Gigit emas Anda dengan tekanan yang sedang. Cek apakah emas tersebut terdapat bekas gigitan. Secara teori, jika emas asli maka akan menunjukkan bekas goresan gigi, bekas tersebut semakin dalam jika emasnya adalah murni 24 karat.

Cara mengigit ini tentu bukan tes yang direkomendasikan, karena selain bisa merusak gigi bisa merusak kondisi fisik emas. Dan tentu saja para pemalsu masih bisa menggunakan timah berlapis emas yang juga cukup “empuk” untuk digigit.

3. Pengujian Emas Dengan Magnet
Ini adalah tes yang mudah meski tidak menentukan pasti bahwa emas benar-benar asli. Minimal kita tahu bahwa emas kita bukan logam besi yang dilapisi emas. Gunakan sebuah magnet yang kuat, jangan gunakan magnet-magnet hias yang digunakan di lemari es. Pegang magnet dan arahkan ke emas. Emas bukanlah logam magnetik , sehingga jika emas yang kita uji tertarik ke magnet dan menempel bisa dipastikan bahwa emas tersebut palsu. Namun, sekali lagi, uji dengan magnet ini bukan jaminan karena banyak logam lain juga yang non-magnetik yang bisa digunakan sebagai emas palsu.

4. Uji Densitas Emas
Sangat jarang logam dengan kepadatan (densitas/massa jenis) melebihi kepadatan emas. Kepadatan emas murni 24K adalah sekitar 19,3 g/ml , jauh melebihi kebanyakan logam lainnya. Mengukur kepadatan emas adalah salah satu cara paling rumit dan paling presisi untuk mengetahui emas asli atau palsu. Sebagai aturan praktis, semakin tinggi kepadatan maka semakin murni emas.

1.Ukur berat emas dalam gram dengan timbangan digital yang presisi.
2.Isi sebuah gelas atau botol dengan jumlah air sembarang ml (milliliter). Gunakan gelas/botol yang memiliki tanda ukuran milimeter, yang akan mempermudah untuk membaca perbedaan volume air sebelum dan sesudah dicelupkan emas. Jadi tujuannya adalah untuk mengukur volume emas dalam ml.
3.Catat jumlah persis tingkat air sebelum emas direndam.
4.Letakkan emas pada gelas dengan menggantungnya menggunakan tali. Setelah emas direndam catat tingkat air yang baru, dan hitung perbedaan sebelum dan sesudah direndam dalam ml.
5.Gunakan rumus berikut untuk menghitung kepadatan : kepadatan = massa / volume. Hasil mendekati angka 19 g/ml menunjukkan kadar emas asli.
6.Contoh perhitungan : Emas yang diuji memiliki berat 38g dan volume 2 mililiter. Menggunakan rumus [massa] / [volume] maka 38/2 = hasilnya adalah 19 g/ml , yang sangat mendekati massa jenis emas.
7.Ingatlah bahwa kemurnian emas yang berbeda akan memiliki g / ml rasio yang berbeda : 14K = 12,9-14,6 g/ml, 18K kuning = 15,2-15,9 g/ml, 18K putih = 14,7-16,9 g/ml dan 22K = 17,7-17,8 g/ml.

5. Goreskan Emas pada Keramik Atau Kertas
Ini juga salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah emas asli atau palsu. Tetapi perlu diingat untuk menguji ini ada resiko logam mulia emas yang diuji akan tergores. Ambil piring keramik polos atau gunakan saja keramik lantai. Goreskan emas ke permukaan keramik. Jika ada goresan hitam pada keramik, berarti emas tersebut palsu tetapi jika tidak ada goresan hitam kemungkinan besar adalah asli.

Selain keramik bisa juga menggunakan emas. Sebagai perbandingan, coba goreskan uang logam lama (bukan yang alumunium) ke kertas, pasti goresan akan berwarna hitam. Tetapi jika emas asli maka tidak akan ada goresan sama sekali.

6. Uji Emas Dengan Nitric Acid
Istilah lainnya adalah “tes asam” dan merupakan cara yang cukup bagus untuk menguji keaslian emas. Tetapi tes ini memiliki resiko keselamatan dengan cairan asam, jadi harus berhati-hati sekali. Jika tidak untuk bisnis, sebaiknya tes asam ini diserahkan ke toko perhiasan emas saja. Berikut langkah-langkahnya :

1.Letakkan emas pada wadah stainless steel
2.Beri satu tetes asam nitrat pada emas dan perhatikan reaksi yang dihasilkan
3.Reaksi warna hijau menunjukkan logam besi berlapis emas
4.Reaksi emas menunjukkan logam kuningan berlapis emas
5.Reaksi warna susu menunjukkan logam perak berlapis emas
6.Jika tidak ada reaksi kemungkinan besar adalah emas asli


Follow @OptimasiEmas


(sumber)

Lebih Bijak dalam Berinvestasi Emas

Inilah investasi yang tak lekang zaman. Sebelum ada saham, deposito ataupun reksadana; menyimpan emas telah dilakukan nenek moyang dalam rangka memenuhi kebutuhan besar di hari kemudian. Hingga sekarang, emas juga masih menjadi pilihan investasi yang bersifat pasif. Beli hari ini, simpan di lemari, kemudian dimanfaatkan jika ada kebutuhan dana besar.
Namun seperti apakah investasi emas yang sesuai jalur syariah? Berikut kutipan wawancara Rizky Andriati dari Majalah Sharing dengan praktisi investasi emas sekaligus penulis buku Think Dinar, Endy J. Kurniawan di Jakarta pada pertengahan Maret lalu

1.Di zaman Rasulullah, emas adalah alat transaksi, bukan investasi.
Tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah, apakah pas jika emas dijadikan alat investasi?
Jawab :
Di jaman Rasulullah dan sahabat-sahabat penerusnya, full bodied money yang berlaku, yaitu emas dan perak dalam bentuk dinar dan dirham. Berarti dua mata uang ini menjalankan seluruh fungsi yang kita kenal melekat pada uang yaitu : alat simpan kekayaan (dengan ditabung atau dijadikan modal ditanam), alat pengukur nilai (sebagai acuan harga komoditas yang ada di pasar), dan alat tukar (sebagai uang). Karena itulah, maka pada masa beliau SAW tidak ada kenaikan nilai barang yang dipicu penurunan nilai uang (kenaikan harga bisa terjadi hanya jika ada pergerakan pada permintaan dan penawaran). Lalu karena itulah tidak alat investasi yang ‘diam’ atau pasif. Semua harus aktif dan produktif untuk bisa menghasilkan pertambahan nilai dan memberikan keuntungan bagi pemilik asetnya. Sekarang sangat berbeda. Bagi pemilik emas mereka sebut emas sebagai investasi karena melindungi hartanya dari inflasi. Ini pilihan terbaik dibanding menyandarkan simpanan kita pada uang kertas. Selain itu, saat ini emas sangat variatif dalam bentuk seperti emas batangan, koin dinar, perhiasan, bongkahan dan cucian, sehingga masyarakat memiliki preferensinya masing-masing. Di dalam ekonomi yang menggunakan uang kertas sebagai medium transaksi, masyarakat memilih emas karena memiliki fungsi store of value yang tak lekang dimakan jaman.

2. Secara ekonomis, apakah keunggulan investasi emas?
Jawab :
Yang terutama, emas memiliki nilai hakiki dan universal serta ketahanan bentuk karena tak keras dan tak teroksidasi – karena itu pula kemudian emas (selain perak) dijadikan mata uang di beberapa etape peradaban, mulai di Lydia, Romawi hingga Turki Ustmani. Pemilik emas tak terlalu banyak upaya untuk merawatnya. Selain itu, emas secara fitrah dinilai indah oleh masyarakat sehingga memilikinya terasa menyenangkan dan menjadi lambang kesejahteraan. Emas juga liquid mudah dijual-belikan, digadaikan dan dipertukarkan langsung dengan komoditas lainnya sehingga memberi rasa aman ketika kapan saja penyimpannya memerlukan dana tunai.

3. Bagaimanakah cara berinvestasi emas yang paling tepat? Apakah perlu ikut membeli beberapa program investasi emas yang sekarang banyak ditawarkan? Jika perlu, program seperti apa yang layak?
Jawab :
Sebagai investasi pasfi yang fungsinya lebih untuk menjaga nilai aset, maka tidak ada yang lebih mudah dari investasi emas, yaitu membelinya, menyimpan kemudian menjualnya ketika dibutuhkan. Penawaran yang banyak beredar saat ini bisa dibagi 2 besar : 1. Penawaran untuk kepemilikan, seperti skema cicilan atau murabahah emas yang disediakan bank syariah dan pegadaian syariah 2. Penawaran yang me’manufaktur’ emas seolah sebagai investasi aktif dengan cara beli-gadai bertingkat, investasi emas dengan skema cash-back dan kepemilikan saham pertambangan emas. Yang nomor 2 di atas perlu hati-hati terkait ijin operasi, resiko investasi dan lisensi syar’i. Karena banyak kejadian penipuan yang belakangan ini terjadi. Untuk memproduktifkan emas hanya ada dua cara : memperjual-belikannya seperti layaknya toko emas atau menggadai/ menjualnya untuk kemudian diinvestasikan ke jenis investasi aktif lain seperti properti atau bisnis riil/ perdagangan.

4. Sejatinya mengelola kekayaan bukan hanya sekedar mengakumulasi, lalu bagaimana emas bisa memberikan mashlahat bagi banyak orang?
Jawab :
Harta yang baik adalah yang beredar dan menetes ke level ekonomi di bawahnya. Karena minat masyarakat sangat besar 4 tahun terakhir untuk berinvestasi emas, maka bank dan lembaga keuangan non bank membuka layanan kepemilikan emas dengan berbagai skema. Tentu mereka mendapatkan keuntungan, dan keuntungan itu yang kemudian bisa mengalir dalam bentuk layanan bank yang lain seperti kredit usaha dan lainnya. Selain itu ada kewajiban zakat untuk emas yang mencapai nishab dan haul, ini juga bagian dari cara agama mendorong agar sebagian harta orang berpunya mengalir lebih luas. Terakhir, produktifkan emas dengan menggadai/ menjualnya untuk kemudian diinvestasikan ke jenis investasi aktif lain seperti properti atau bisnis riil/ perdagangan. Karena nilainya terjaga, maka emas bisa menjadi penjaga aset pelaku bisnis sekaligus modal liquid yang bisa dicairkan kapan saja.

5.Agar memberikan nilai maksimal, apakah perlu emas digadaikan lalu uang gadainya dimanfaatkan untuk usaha produktif?
Jawab : Jika yang disebut nilai maksimal adalah mendapat kenaikan aset secara pasif, maka emas tak perlu diapa-apakan selain dijual ketika dibutuhkan. Jika tujuannya untuk usaha riil, maka menggadai emas adalah langkah tepat. Selain proses gadai bisa dilakukan cepat dan dilayani sangat luas oleh bank syariah dan pegadaian, emas juga bisa ditebus jika usaha kita mendapatkan keuntungan. Demikian seterusnya sehingga emas bisa membantu menjaga harta.


Follow @OptimasiEmas
Sumber: Majalah “Sharing” edisi 76 Thn VII April 2013

Kamis, 30 Januari 2014

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Emas adalah komoditi unik, karena merupakan satu-satunya komoditi yang diproduksi untuk akumulasi; tidak seperti semua komoditi lainnya yang diproduksi untuk dikonsumsi. Pada dasarnya semua dari emas yang telah ditambang sepanjang sejarah, masih ada tersedia dan tersimpan di atas tanah. Namun demikian, emas sangat langka.

Tahukah Anda, bahwa seluruh emas yang berada diatas tanah hanya sekitar 155.000 ton. Jika ada suatu kesempatan, dapat kita kumpulkan semua emas tersebut dan memasukkan emas tersebut ke dalam satu lubang penyimpanan, ukurannya akan menjadi 8.000 meter kubik, berisi dengan jumlah yang sama dengan dasar satu per lima Washington Monument atau 3 ¼ kolam renang ukuran olimpiade. Hal penting lainya yang juga mengherankan untuk dicatat bahwa, dalam satu hari dua puluh kali lebih banyak baja yang dituangkan dari total berat emas yang ditambang sepanjang sejarah.

Pengamatan tentang moneter ini berarti bahwa permintaan emas sebagai uang. Dengan kata lain, emas adalah bangkit karena manfaat yang besar, timbul dari akibat atribut yang membuat uang.

Banyak keuntungan yang membuat emas sebagai uang. Mungkin paling penting dalam saat ini, ditandai dengan inflasi tahunan nasional mata uang kertas, emas sebagai uang yang tidak dapat dibuat 'dari udara tipis' dengan persetujuan pemerintah. Satu lagi faktor penting yang menjadikan emas sebagai uang, adalah ‘gunung hutang’ dan kemunduran keuangan yang menggantung perekonomian dunia.

Kegagalan Bank
Ketika emas sepenuhnya ditukar menjadi uang kertas, kedua bentuk uang tetap dianggap sebagai alat pembayaran. Tetapi, kebanyakan orang lebih menyukai untuk membawa uang kertas daripada uang emas yang lebih berat dan tidak dapat dibagi. Jika orang khawatir bank mereka akan gagal, orang mengambil uang secara beramai-ramai di bank. Ini adalah apa yang terjadi di AS selama Depresi luar biasa tahun 1930an, menyebabkan Presiden Roosevelt memaksakan keadaan darurat nasional dan melarang menimbun emas oleh warganegara AS. Kejadian ini dikenal sebagai Executive Order 6102 yang sekarang sudah diakhiri.

Suku Bunga yang Rendah atau Negatif
Jika pengembalian obligasi, equities dan properti tidak memadai atau tidak mengganti kerugian yang diderita karena risiko dan inflasi, hal ini akan memicu permintaan akan emas dan investasi alternatif lain seperti pertambahan komoditas. Contoh masa seperti ini dapat dilihat pada saat Stagflation yang terjadi selama tahun 1970an dan yang menyebabkan gelembung ekonomi berlomba untuk menyimpan emas

Perang, Serbuan, Penjarahan, Krisis
Pada masa nasional kegawatan, ketakutan orang bahwa aset mereka mungkin tidak dapat dimanfaatkan dan bahwa mata uang mungkin menjadi tidak berguna. Mereka melihat emas sebagai aset kuat untuk membeli makanan atau transportasi. Dengan begitu pada masa ketidaktentuan luar biasa, teristimewa dalam ketakutan perang, maka permintaan akan naik.


(sumber)
@OptimasiEmas

Emas sebagai “Safe Haven”

Dari semua bentuk logam, emas adalah yang paling populer digunakan sebagai sarana investasi. Sepanjang sejarah, harga emas sudah sering dipakai sebagai uang dan sebagai tolak ukur atau patokan harga untuk komoditas lainnya.

Sesudah perang Dunia ke II standar emas dibentuk mengikuti konferensi 1946 Bretton Woods, untuk memperbaiki peraturan dan prosedur standar harga emas dengan patokan harga $35 per Troy Ounce (1 Troy Ounce = 31.1035 Gram). Sistem tersebut terbentuk dan dipakai sampai tahun 1971 , ketika presiden Nixon, AS, menghentikan secara langsung sistem harga emas tersebut dengan dolar Amerika Serikat.
Sejak 1968 patokan harga emas dikenal sebagai London Gold Fixing, sebuah hubungan perdagangan dengan menggunakan telepon sebanyak dua kali dalam satu hari menjumpai wakil dari lima perusahaan untuk bertukar batangan emas. Selanjutnya, hubungan bertukar emas batangan itu berkembang dan menjadi perdagangan aktif berdasarkan intra-hari Spot harga emas, Spot harga emas didapat dari pasar yang bertukar emas di seluruh dunia sewaktu mereka membuka dan tutup pasar sepanjang hari.

Penanam modal atau para investor secara umum membeli emas sebagai ‘pagar asuransi harga’ terhadap aset yang biasa yang dikenal dengan istilah “Hedging” atau tempat berlindung aman “Safe Haven” dari kekacauan ekonomi, gejolak politik, sosial, atau pergerakan kurs mata uang. Kekacauan ini termasuk kemunduran pasar investasi, inflasi, perang, dan pergolakan sosial. Investor juga membeli emas selama waktu pasar emas sedang naik “Bullish” untuk memperoleh keuntungan laba “Profit”.


Follow @OptimasiEmas

Selasa, 28 Januari 2014

"Ketika Cinta Ber-Tajwid"

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba - tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya.

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul- pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti mad thobi’i dalam Quran. Buanyaaakkk beneerrrrr :D

Semoga dalam hubungan kita ini kayak idgham bilagunnah, cuma berdua, lam dan ro’.

Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. Dia atau aku?

Meski perhatianku tak terlihat seperti alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.

Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, berhenti sempurna di akhir hayat.

Sama halnya dengan Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di pikiranku.

Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun :D




Sumber: Forum milist email

Evaluasi Diri Sendiri

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: “Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?”

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): “Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.”

Bocah: “Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.”

Ibu: “Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.”

Bocah (dengan sedikit memaksa): “Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.”

Ibu: “Tidak, terima kasih.”

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: “Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.”

Bocah: “Tidak. Makasih.”

Pemilik Toko: “Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.”

Bocah: “Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!”

Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan di tahun ini untuk memastikan kualitas yang lebih baik di tahun depan.


Sumber: Milist Email

Ketidakpastian Nilai Nominal dan Nilai Manfaat Uang Kertas


Uang kertas itu punya dua nilai, pertama Nilai Nominal. 1000, 2000, 1jt, 100jt. Yang kedua Nilai Manfaat, contoh 2000 bisa buat bayar parkir, 1000 bisa buat beli rokok, dsb.

Sayangnya si uang kertas ini, antara nilai nominal dan manfaatnya ini selalu berubah. Contoh, 1 juta hari ini nilai manfaatnya berbeda dengan 1jt di 10 tahun yang lalu atau 10 tahun yang akan datang. Dan berubahnya itu makin nyusut. Uang 1 juta tahun 1980 bisa membeli sepeda motor baru, dari showroom lagi, tapi hari ini uang 1 juta hanya bisa membeli sepeda tanpa motor, sepeda anak-anak pula.

Ini yang paling menyebalkan dari Uang Kertas, KETIDAKPASTIAN. Antara Nilai Nominal dan Nilai Manfaatnya selalu berubah.

Sementara itu, uang Dinar EMAS umat Islam, dari zaman Islam mulai berkembang dulu sampai saat ini zaman internet, 1 Koin Dinar EMAS masih tetap bisa membeli seekor kambing yang layak. Nah ini yang bener, NILAI NOMINAL dan NILAI MANFAATNYA selalu sama, tidak pernah berubah. Ini yang bener, memberikan kepastian kepada penggunanya terutama dalam berniaga.

Tahun 2007, seandainya saat itu saya punya uang 1 Milyar, kemudian uang tersebut saya depositokan dengan suku bunga 10% per tahun, kemudian bunga dari deposito tersebut tidak saya ambil alias ditambahkan kembali ke deposito tersebut, istilahnya bunga berbunga. Maka uang saya 5 tahun kemudian akan menjad 1,67 Milyar, itupun belum dipotong pajak.

Sementara, tahun 2007 harga EMAS saat itu 200 ribuan/gram. Seandainya uang 1 Milyar tersebut saya belikan EMAS, maka saya akan memperoleh EMAS sebanyak 5 kilo gram.

Nah, 5 tahun kemudian harga EMAS menjadi 520 ribuan/gram. Ternyata uang Rp 1,67 Milyar tersebut 5 tahun kemudian tidak mampu dipakai untuk membeli Emas sebanyak 5 kilo gram lagi. Karena untuk membeli EMAS sebanyak 5 kilo gram, saya membutuhkan dana sedikitnya 2,6 Milyar. Artinya selama 5 tahun saya sudah KEHILANGAN daya beli sekitar 1 Milyar.

Makanya saya bilang, sebuah kebodohan kalau kita masih nyimpan uang kertas lama-lama.

Investasi Emas; Lebih Baik Cicil atau Beli Secara Gradual?

Pada sebuah seminar tentang Pembiayaan Emas atau Cicilan Emas yang diselenggarakan oleh salah satu Bank Syariah, ada sebuah pertanyaan dari seorang peserta. “Pak, untung mana ambil Cicilan Emas atau membeli Emas sedikit-sedikit rutin setiap bulan? Dengan jumlah dana dan waktu yang sama?”.

Saya koreksi dulu pertanyaannya, bukan “untung”, tapi lebih maksimum mana atau lebih banyak mana jumlah EMAS yang bisa diperolehnya. Terus terang saya kurang suka dengan istilah “untung” pada investasi Emas ini, kenapa? nanti kita bahas dikesempatan berbeda.

Kelebihan dari program seperti pembiayaan Emas atau Cicilan Emas yang dimiliki oleh Bank Syariah ini adalah, Anda seperti mengunci harga Emas di hari pada saat Anda melakukan akad cicilan. Setelah Anda melakukan akad, kemudian muncul jumlah cicilan per-bulan, maka itulah yang harus Anda selesaikan sampai dengan lunas. Bagaimanapun pergerakan harga Emas tidak mempengaruhi lagi jumlah cicilan Emas Anda.

Kenapa? Karena pinjaman Anda dalam bentuk uang, bukan Emas. Bank Syariah memberikan kita pinjaman uang untuk pembelian Emas, uang tersebut + uang muka, dipakai untuk membeli Emas di Toko Emas yang menjadi rekanan bank, lunas. Setelah Emasnya diperoleh, Emas tersebut menjadi jaminan atas pinjaman yang diberikan. Jadi pinjaman Anda uang bukan Emas, pinjaman tersebut yang Anda cicil sampai lunas, setelah lunas baru Emas yang menjadi jaminan itu diserahkan pada Anda. Begitu kurang lebih mekanismenya.
Untuk menjawab pertanyaan peserta Seminar di atas, saya akan pakai data mundur ke belakang.

Pada tahun 2007, harga Emas itu sekitar Rp 200.000/gram. Seandainya saya punya target untuk memiliki 500 gram Emas dalam 5 tahun ke depan (mis untuk biaya kuliah anak) dan seandainya juga tahun 2007 Bank Syariah sudah mengeluarkan program ini. Maka, nilai Emas 500 gram saat itu setara dengan uang Rp 100.000.000. Kemudian saya ambil program Cicilan Emas, untuk membiayai kepemilikan Emas 500 gram tersebut, perhitungannya kurang lebih seperti ini:

EMAS 500g = Rp 100.000.000
Down Payment atau Uang Muka 20% = Rp 20.000.000
Cicilan Selama 60 bulan = Rp 2.200.000/bulan


Contoh di atas kalau kita menggunakan pembiayaan Emas atau Cicilan Emas di salah satu Bank Syariah. Sekarang kita balik, dengan tidak menggunakan program tersebut. Uang DP Rp 20.000.000 saya gunakan untuk membeli Emas saat itu, maka saya akan memperoleh Emas sebanyak 100 gram (100 gram x Rp 200.000/gram = Rp 20.000.000). Kemudian setiap bulan, saya membeli Emas senilai Rp 2.100.000, sama seperti mencicil, selama 60 bulan.

Ternyata setelah saya hitung (berdasarkan data historis Emas yang saya miliki), selama 60 bulan tersebut, saya hanya bisa membeli maksimum 280 gram ditambah pembelian awal sebanyak 100 gram, total seluruhnya 380 gram. Itupun dengan beberapa catatan.

1. Harga Emas berubah setiap hari, sehingga jumlah Emas yang bisa diperoleh dengan uang yang sama semakin sedikit.
2. Kemudian, uang Rp 2.100.000 hanya bisa membeli Emas dengan jumlah gram kecil, sementara kita tahu bahwa semakin kecil jumlah gram, semakin mahal ongkosnya.
3. Tidak maksimum dalam pembelian, misalnya harga Emas 5 gram = Rp 1.800.000, dengan uang Rp 2.100.000 anda tidak bisa membeli Emas 6 gram, ahirnya sia-sialah uang sisanya. Walaupun anda simpan untuk pembelian Emas bulan berikutnya, hargapun sudah berubah lagi.

Oleh karena itu, produk pembiayaan atau Cicilan Emas seperti yang dimiliki oleh Perbankan Syariah, adalah produk yang sangat luar biasa, kita seperti mengunci harga Emas di hari ini, kita seperti membeli masa depan. Emas bisa dijadikan alat untuk mengukur biaya di masa yang akan datang, cicilan Emas bisa untuk membeli masa depan.

Satu lagi, seandainya dalam perjalanan, Anda kehilangan kemampuan untuk membayar
Cicilan, Emas yang menjadi jaminan bisa di jual segera di harga saat itu untuk melunasi pinjaman kita, dana kelebihannya dikembalikan kepada Anda. Jadi ini satu-satunya pembiayaan yang tidak kenal yang namanya debt collector.

Lalu, kenapa sering saya sarankan untuk mengambil pembiayaan Emas ini dengan tenor minimal 3 tahun atau idealnya 5 tahun?

Pertama, Anda coba perhatikan historis harga emas, dari tahun 1996, Emas naik minimal 2 kali lipat setiap 5 tahun, tapi ini bukan berarti tiap tahun 20% ya… hati-hati. Jadi mengambil Cicilan Emas dengan tenor di atas 3 tahun paling ideal menurut saya.

Kedua, saya lebih mengutamakan jumlah Emas daripada percepatan lunas. Misalnya, saya mampu menyisihkan Rp 500.000/bulan, maka saya akan cari Cicilan Emas yang 5 tahun, daripada yang 3 tahun, kenapa? Dengan mengambil yang 5 tahun, jumlah Emas yang bisa saya peroleh lebih besar dibandingkan yang 3 tahun dengan jumlah cicilan yang sama. Di simpan di Bank lama juga nggak apa-apa, aman malah. Anggap saja dipaksa nabung.

Cobalah manfaatkan produk Cicilan Emas ini untuk perencanaan pembiayaan sekolah putra-putri Anda, saya yakin sekali, setelah lunas nanti, Anda akan berterima kasih pada saya.





Senin, 27 Januari 2014

Emas adalah Induk dari Semua Mata Uang

Dalam dekade 1930-an yang dikenal sebagai masa kelam ekonomi dunia. Great American Despression. Coba lihat film “Cinderella Man”, film layar lebar yang menceritakan seorang juara dunia tinju berat ringan yang untuk makan saja terpaksa harus mengantri. Sungguh kondisi ekonomi yang parah.
Kondisi ini masih diperparah dengan adanya perang dunia I sehingga banyak orang rela untuk berperang daripada bekerja. Toh tidak ada lapangan kerja yang tersedia.
Untuk mengatasi kekelaman ekonomi dikala it, maka dibuat dan ditandatanganilah perjanjian Bretton Woods sesuai nama hotel tempat perjanjian tersebut ditanda-tangani.
Salah satu isi dari perjanjian tersebut ialah membatasi percetakan atau pembuatan mata uang, bila tanpa disertai cadangan emas yang cukup bagi negara yang bersangkutan.
Walaupun pada akhirnya perjanjian ini dibatalkan oleh Amerika di tahun 1971, namun satu kesimpulan yang diperoleh adalah “The Mother of all money is GOLD”. ( Induk dari semua mata uang adalah emas ). Hal ini lah yang menjadikan pentingnya emas dalam dunia perekonomian modern, pasca Great American Despression.

EMAS VS PERANG
Ada satu kelakuan emas yang hampir selalu terjadi. Setiap ada ketidak pastian di bidang ekonomi, maka harga emas akan selalu meroket. Fakta sebaliknya, setiap ada kepastian (baca: kondisi perekonomian yang terus meningkat) maka harga emas akan menurun.
Dengan demikian, setiap kali terjadi perang atau ancaman perang, maka harga emas akan meroket. Bicara perang disini bukan hanya tentang senjata dan peluru tetapi juga ketidak pastian di bidang ekonomi. Bila kita runut maka menjelang perang teluk di bulan Agustus 1990 dapat disaksikan harga emas mencapai titik tertinggi di level 415US$/Troy Ounce. Ditahun 2008, ketika mulai terjadi perang terhadap krisis Subprime Mortgage, maka emas juga mulai meroket dan tembus hingga level 1000US$/Troy Ounce ke atas. Kondisi ketidak pastian ini terus berlanjut sampai sekarang.

EMAS VS KAMBING
Secara intelektual sudah dibahas tentang emas. Mari simak analisa berikut. Ada satu indikator yang cukup luar biasa tentang emas yaitu cukup bandingkan emas dengan harga kambing.
Semenjak di jaman Nabi Muhammad, harga 1 ekor kambing setara dengan 3 gram emas. Bila emas saat ini berada di 1150US$/TO dan 1US$ = Rp.9450,- maka 1 gram emas setara dengan Rp.350.000,-. Dan berdasarkan info terakhir sesudah hari raya kurban harga kambing saat ini sekitar Rp.800.000,-. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh 1 ekor kambing dibutuhkan cuma 2 gram lebih emas. Inipun artinya harga emas masih terlalu tinggi bila dibandingkan harga kambing.




Senin, 20 Desember 2010

Sebuah Definisi Foto Jurnalistik



Apakah foto jurnalistik itu? Buku bertajuk "Kilas Balik 2009-2010" mencoba mendefinisikannya dalam 242 foto pilihan. Buku fotografi setebal 204 halaman yang memuat kumpulan foto terbaik karya 55 pewarta foto Antara dalam dua tahun terakhir itu menjadi definisi visual foto jurnalistik.

Berlebihankah penilaian itu? Tergantung dari sudut mana melihatnya. Yang pasti, buku yang baru saja diluncurkan dan dipamerkan di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) hingga 17 Januari 2011 itu bisa disebut sebagai upaya untuk menunjukkan eksistensi foto jurnalistik di era multimedia dan di tengah revolusi dunia fotografi yang kini semakin masif.

Mengapa bisa disebut revolusi? Saya kira kita semua sepaham bahwa sekarang ini fotografi bukan lagi sebuah bidang yang hanya digeluti oleh segelintir orang dengan keahlian khusus pula, namun kini hampir semua orang familiar dengan dunia "mat kodak" ini. Bahkan kini, fotografi digital menjadi kebutuhan setiap orang, apalagi ditunjang dengan hadirnya kamera digital yang tertanam pada ponsel dengan teknologi yang tak kalah dengan kamera-kamera biasa.

Fotografi menjadi sebuah dunia yang kian merakyat dan inklusif. Maraknya jejaring sosial di Internet yang semakin mudah diakses dari ponsel turut menunjang hal itu. Sebuah produk foto digital begitu cepat dan mudah disebarluaskan di kalangan khalayak, baik melalui Facebook, Twitter dan lainnya. Persis cara kerja dunia jurnalistik, bahkan terkadang lebih cepat penyebarannya.

Ketika masyarakat makin akrab dengan dunia fotografi digital, dimanakah posisi foto jurnalistik saat ini? Buku fotografi 'Kilas Balik 2010' barangkali bisa memberikan jawabannya. Paling tidak, dengan mencermati foto-foto yang ditampilkan dalam buku ini akan tercermin bagaimana dan seperti apakah foto jurnalistik itu.

Fotografi jurnalistik jelas berbeda dengan bidang fotografi lainnya. Ada beberapa elemen yang harus dipenuhi dalam sebuah foto untuk bisa dikategorikan sebagai foto jurnalistik.

Foto jurnalistik adalah bagian dari dunia jurnalistik yang menggunakan bahasa visual untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas dan tetap terikat kode etik jurnalistik. Foto jurnalistik bukan sekadar jeprat-jepret semata. Ada etika yang selalu dijunjung tinggi, ada pesan dan berita yang ingin disampaikan, ada batasan batasan yang tidak boleh dilanggar, dan ada momentum yang harus ditampilkan dalam sebuah frame. Hal terpenting dari fotografi jurnalistik adalah nilai-nilai kejujuran yang selalu didasarkan pada fakta obyektif semata.

Para pewartanya harus selalu berada di garis depan. Mereka pun selalu siaga di garis belakang dalam mewartakan sebuah berita kepada masyarakat luas. Pewarta foto juga dituntut sigap dalam menangkap setiap "momentum" dari sebuah peristiwa, membingkainya dengan dalam sebuah gambar yang berbeda dari apa yang dilihat oleh khalayak awam. Pun yang terpenting, mereka harus mengerti dan paham atas peristiwa yang sedang diabadikannya.

Semua permasalahan itu barangkali bisa ditemukan definisi visualnya ketika menelaah lembar demi lembar buku "Kilas Balik 2009-2010". Terekam dengan jelas bagaimana seorang pewarta foto harus berada di garis depan dalam merekam peristiwa yang terjadi. Merekalah orang-orang pertama yang mengabarkan, bahkan dalam situasi yang mungkin bisa membahayakan jiwanya.

Di sisi lain, buku ini juga menjadi catatan sejarah. Di setiap penggalan sejarah selalu ada pembelajaran. "Kilas Balik 2009-2010" mencoba membuka kembali lembar-lembar sejarah yang tersimpan dan terkunci di masa lalu, mencoba merangkai dalam bingkai kekinian sehingga tersingkap makna-makna yang tersirat di balik sebuah peristiwa. Segala peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2009-2010 dielaborasi, dimaknai kembali dan dipaparkan dalam sebuah sajian visual.

Buku ini juga dapat dianggap sebagai sebuah pertanggungjawaban atas kesaksian para pewarta foto Antara yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran universal yang diwujudkan dalam imaji digitalnya.

Pada akhirnya, jika kita sepakat untuk menjadikan buku ini sebagai sebuah definisi, dialog dan pengayaan lebih lanjut tetap diperlukan. Dan, layaknya sebuah definisi, tentunya akan muncul diskursus apakah sebuah definisi itu menjadi terlalu sempit atau malahan melebar.

Namun sebagai sebuah produk murni dari sebuah institusi yang bergerak di ranah jurnalistik, buku ini barangkali bisa dianggap sebagai sebagai salah satu upaya untuk mengawal eksistensi dan keberadaan foto jurnalistik di masa-masa yang akan datang.

M. Zarqoni Maksum
Pewarta foto Antara 
Sumber: http://www.antarafoto.com/artikel/v1292720196/sebuah-definisi-foto-jurnalistik

Rabu, 15 Desember 2010

Tips Foto Wedding

Posting ini akan membahas beberapa tips untuk fotografi pernikahaan dengan gaya fotojurnalistik atau dikenal juga dengan dengan istilah candid.

1. Refleksi

Manfaatkan pantulan pada cermin untuk mendapatkan dua frame sekaligus, seperti dibawah ini
DSC_3814 
Terkadang, pantulan dari pintu, air atau yang lainnya bisa membuat efek yang artistik
DSC_3725 
Foto pengantin wanita sewaktu make-up melalui cermin merupakan salah satu teknik klasik. Tantangannya adalah jangan sampai Anda juga ikut terpantul di cermin tersebut.

kartika-mirror

2. Hubungan antar manusia

Berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan pengantin, keluarganya dan bahkan tamu dapat menambah wawasan kita dan juga dalam menentukan momen yang bernilai untuk diabadikan.
Seperti foto dibawah ini, dimana saya menangkap ekspresi dari seorang Ayah dari pengantin yang sangat berbahagia karena kehadiran tamu. Sebelumnya, saya sempat berkomunikasi dengannya dan saya mendapatkan impresi memang Bapak yang satu ini sangat mementingkan hubungan baik antar keluarga dan sanak saudara. Tanpa wawasan tersebut, mungkin foto ini tidak akan saya ambil.
kartika-1

3. Anak-anak

Seringkali, banyak anak-anak yang lucu-lucu di pernikahaan, banyak yang memakai baju yang cantik dan menarik. Selain itu, anak-anak terlihat innocent (tampang tak berdosa) dan interaksi mereka kadang terlihat lucu. Tantangan foto anak-anak adalah mereka memiliki perhatian dan kesabaran yang sangat sedikit, dan mereka berpindah-pindah dalam waktu singkat. Untuk itu diperlukan stamina dan antisipasi yang baik.
kartika-kids-1kartika-kids-2starlet

4. Emosi dan ekspresi

Pada dasarnya, penampilan luar atau ekspresi kita adalah pancaran dari hati atau emosi kita. Bila kita senang, ekspresi kita pun bahagia. Di dalam sebuah pernikahaan, kita banyak menemukan ekpresi-ekpresi yang menarik, dari yang gugup, gembira, senang, bahagia dan sebagainya. Namun, untuk menangkap the defining moments (saat-saat yang menentukan) yaitu sekejab perasaan jiwa sang subjek, maka kita harus antisipasi dengan baik dan mengambil foto pada saat yang tepat.
Dibawah ini, salah satu ekpresi wajah pengantin pria saat diberi kejutan pada hari pernikahaannya sekaligus hari ulang tahunnya
DSC_4268
Saat wedding dance, pengantin pria ini seakan-akan ingin mengatakan I love you, dengan ekpresinya.
kartika-roby 

Semoga Bermanfaat :)


Langkah Sebelum Memotret

Berbeda dengan pendapat yang popular, foto yang bagus bukan di dapat karena keberuntungan, tapi lebih ke pengambilan keputusan. Banyak hal yang perlu di pikirkan sebelum membuat sebuah foto. Untuk pemula, sulit rasanya harus memikirkan begitu banyak langkah. Tapi dengan latihan yang berkesinambungan, saya yakin kita akan dapat melakukannya secara alami.

1. Temukan subjek yang menarik

Cobalah untuk memilih subjek yang menarik, misalnya di jalan-jalan yang sibuk, usahakan mengambil foto potret dari orang, sebuah bangunan, mobil atau sebuah aktifitas. Berhati-hatilah untuk tidak memasukkan terlalu banyak elemen dalam foto tersebut. Terlalu banyak detail akan membuat orang yang melihat foto menjadi bingung tentang apa yang ingin Anda sampaikan.

2. Kualitas dan arah cahaya

Mengetahui kualitas dan arah cahaya sangat memperngaruhi suasana foto. Secara umum, ada tiga jenis cahaya
Cahaya yang keras (hard light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif kecil / terkonsentrasi. Misalnya: cahaya matahari, lampu kilat kamera, senter.
Cahaya (soft light): Biasanya diperoleh dari sumber cahaya yang relatif besar. Contohnya soft box, reflektor, permukaan langit-langit.
Yang terakhir adalah cahaya yang menyebar (diffused light). Cahaya model ini berasal dari sumber cahaya yang relatif sangat besar. Misalnya langit di saat mendung atau tertutup awan.
Arah cahaya (depan, belakang, samping, atas, bawah) juga merupakan aspek yang penting untuk memberikan kesan tertentu. Perhatikan baik-baik arah dan kualitas cahaya.
Cahaya yang keras (hard light) memberikan suasana yang dramatis dan menonjolkan karakter subjek
Cahaya yang keras (hard light) memberikan suasana yang dramatis dan menonjolkan karakter subjek

3. Komposisi

Langkah pertama dalam membuat komposisi yang baik adalah memulai dari memilih latar belakang. Latar belakang yang bersih / polos adalah langkah awal yang baik. Kemudian posisikan subjek dalam lapisan-lapisan. Aturlah sedemikian rupa sehingga komposisi foto terlihat menarik.
Jika Anda baru memulai fotografi, Anda selalu bisa mempelajari rumus-rumus komposisi sebagai acuan. Banyak aturan komposisi yang bisa membantu Anda membuat komposisi yang menarik seperti rule of thirds, golden rasio, skala dan lain-lain.

4. Pilih bukaan / aperture

Bukaan lensa menentukan berapa banyak cahaya yang masuk ke bodi kamera. Bukaan juga mengatur kedalaman fokus (depth of field). Semakin besar bukaan lensa, semakin tipis kedalaman fokus dan sebaliknya. Kita harus menentukan apakah foto yang kita ambil memiliki kedalaman fokus yang tipis atau dalam.
Secara umum untuk foto potret, kita ingin kedalaman fokus yang tipis sehingga potret tersebut terlihat lebih artistik, sehingga bukaan yang kita pilih seharusnya besar. Tapi kalau kita foto pemandangan, kita biasanya ingin semua elemen dalam foto terlihat jelas dan fokus, maka bukaan yang kita pilih seharusnya kecil.

5. Pilih kecepatan rana / shutter speed

Kemudian, kita harus menentukan apakah kita mau membekukan subjek foto, atau merekam pergerakan subjek. Bila kita ingin membekukan subjek, kita harus dengan mengeset shutter speed dengan teliti.
Untuk mencegah blur karena tangan + kamera kita bergoyang, kita juga harus mengikuti aturan 1 / ukuran fokal lensa. Kemudian kita amati berapa cepat subjek foto bergerak. Subjek foto yang bergerak dengan kecepatan tinggi membutuhkan kecepatan rana yang sangat cepat.

6. Memilih lensa dan fokal lensa yang optimal

Tidak semua lensa itu menghasilkan hasil yang sama. Ada lensa lebar, lensa standard dan lensa telefoto. Setiap fokal lensa memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Lensa lebar memberikan kesan dimensi, distorsi, dan kedalaman fokus yang dalam. Di lain pihak, lensa telefoto membuat foto menjadi dua dimensi (efek kompresi), membuat kedalaman fokus menjadi tipis dan membesarkan subjek yang jauh.
Cobalah foto dengan lensa yang berbeda-beda dan fokal lensa yang berbeda-beda untuk semakin memahami efek-efek yang ditimbulkan tiap-tiap lensa.

7. Tentukan ekposur yang optimal

Kamera biasanya menentukan secara otomatis ekposur yang optimal. Tapi kadang setting yang dibuat kamera tidak sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, bila kita ingin membuat foto low key (foto yang bernuansa gelap) atau high key (foto bernuansa terang), kita harus mengatur setting kamera sendiri supaya optimal.
Tentukan setting eksposur kamera tergantung dari hasil akhir yang Anda visualisasikan dengan mode manual atau gunakan fungsi kompensasi ekposur, saat mengunakan setting otomatis atau semi otomatis (P,S,A)

8. Timing

Putuskan juga apakah waktu dalam pengambilan gambar penting atau tidak. Untuk foto still life (subjek tidak bergerak), timing mungkin tidak terlalu penting. Tapi untuk candid terutama foto olahraga, timing menjadi sangat penting. Bila demikian, berlatihlah untuk bisa mengambil foto dengan timing yang tepat. Latihan antisipasi, kesabaran dan kuasailah kamera/alat fotografi Anda sehingga bisa mengambil foto dengan timing yang optimal.
Untuk foto olahraga, timing dan setting shutter speed yang optimal merupakan hal yang penting
Untuk foto olahraga, timing dan setting shutter speed yang optimal merupakan hal yang penting



(Sumber)

Senin, 13 Desember 2010

Membangun Indonesia Hebat dengan Internet Sehat dan Aman

Suatu hari seorang kerabat yang hanya lulusan SMA pernah mengatakan dengan ringan : “ Mas, internet itu adalah salah satu dari keajaiban dunia !!”. Kening saya berkerut mencoba memahami untaian kalimat yang baru saja saya dengar. Namun tak seberapa lama akhirnya saya mengangguk-angguk juga pertanda setuju sepenuh hati. Setidaknya, kerabat saya tadi telah membuktikan hal itu dalam kehidupannya sehari-hari. Ia yang seorang lulusan SMA, setelah berkutat dengan berbagai macam usaha kecil-kecilan, akhirnya menemukan internet sebagai salah satu sarana mempromosikan produknya.  Ia pun belajar sungguh-sungguh tentang dunia internet marketing dengan segala macam pernak-pernik di dalamnya. Transaksi dunia maya , paypal, google adsense, SEO, Alexa dan Pagerank pun menjadi menu sehari-sehari dalam kehidupan barunya. Tahun berlalu dengan cepat, kini ia seorang pengusaha ekspor impor ‘digital’ yang cukup sukses untuk ukuran usianya. Menakjubkan !

Pada kesempatan lain, ada ungkapan menarik yang saya dengar dari seorang sahabat di perkuliahan paska sarjana yang saya tempuh. Ia menganalisa dengan serius –entah melalui penelitian atau tidak- lalu mengatakan : “ 90% isi internet itu positif dan hanya 10 % persen yang berisi hal-hal negatif seperti pornografi dan lain sebagainya, tapi sayangnya adalah 90% pengguna internet justru mengakses yang 10 % negatif itu ! “. Mata saya terbelalak hebat, analisa yang saya sendiri tidak percaya sepenuhnya dan tidak berharap itu benar. Tapi gambaran yang saya temui di kanan kiri memang sedikit membuktikan bahwa pengguna internet –khususnya yang pemula atau anak muda- benar-benar meniatkan dalam berinternet untuk melihat dan mendownload foto-foto telanjang. Sebuah penelitian di satu kota di Jawa Timur bahkan menyebutkan 78 % pelajar datang ke warnet hanya untuk mengakses situs porno.

Jika ini yang terjadi, maka internet bisa berubah dari keajaiban dunia menjadi perusak dunia. Materi pornografi senantias menyisakana pekerjaan rumah yang begitu menyedihkan bagi sebuah bangsa. Sudah banyak saya kira penelitian dan angka-angka yang menyebutkan pengaruh materi pornografi dan pemerkosaan seksual. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam situs fakta ilmiah bahwa “ Dinas Penelitian dan Statistik Kriminalitas New South Wales (1991) dan Satuan Statistik Kepolisian New South Wales (1988-1989) menemukan bahwa saat pornografi diperbolehkan di New South Wales pada tahun 1975 – 1991, terdapat peningkatan taraf perkosaan sebesar 90.6% “.

Lalu bagaimana kabar internet di Indonesia ? Tak kurang mesin pencari dunia maya ‘mbah Google’ yang sering menjadi rujukan dalam berselancar, menempatkan Indonesia berada di posisi 6 dunia untuk urusan pengakses laman berisikan pornografi. Sedihnya, pengakses paling banyak laman pornografi tersebut justru berasal dari kota-kota pelajar dan rujukan pendidikan. Uniknya, ternyata jumlah situs porno asli Indonesia sebenarnya jumlahnya ‘hanya’ satu juta dari 24,5 juta situs dengan admin orang Indonesia. Artinya memang tak lebih dari 5 % dari jumlah situs yang ada, namun sayangnya pengaksesnya justru mencapai lebih dari separuh bahkan tiga perempat internet user yang ada. Dari angka-angka di atas, mau tidak mau saya harus mengamini analisa sederhana yang disampaikan sahabat saya di atas.

Jadi, bagi saya kesimpulan sederhananya adalah : Sekiranya pengguna internet berinternet secara sehat dengan sibuk mengoptimalkan situs-situs bermanfaat yang jumlahnya jauh lebih banyak dari situs sampah, maka yang terjadi adalah internet benar-benar menjadi sebuah keajaiban. Mengubah keterbatasan menjadi keunggulan. Menguasai informasi dan pada saat yang sama memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka hari-hari ini sungguh telah banyak kita lihat ibu rumah tangga piawai berbisnis dari balik layar komputer di rumahnya. Pemuda lulusan SMA menjadi fasih bicara internet marketing dan mempraktekannya dengan sungguh-sungguh. Atau mungkin guru, dosen, mahasiswa, karyawan, yang  menuangkan ide, fikiran dan ilmunya dalam sebuah blog, hingga mendapatkan banyak jaringan dan pertemanan yang mengagumkan.
Saya yakin banyak keajaiban yang akan terus terjadi saat kita komitmen dengan internet sehat. Bukan tidak mungkin, salah satu jalan untuk mewujudkan Indonesia kita lebih hebat adalah dengan mengenalkan dan mengkampanyekan internet sehat secara massif dan berkelanjutan.

Lalu, sahabat Indonesia yang optimis, apa saja yang bisa kita lakukan untuk memberikan kontribusi mulia mewujudkan internet sehat untuk bangsa Indonesia yang kita cintai ini ? Mari bersama kita cermati empat langkah berikut ini :

Pertama : Mengawal Regulasi yang Cermat untuk mewujudkan Internet Sehat
Sebuah peraturan yang cermat perlu dilahirkan untuk membatasi gerak para ‘oknum’ atau bahkan ‘mafia’ internet yang menikmati banyak untung dengan tersebarnya konten pornografi di internet. Sayangnya, banyak pihak yang terlalu cepat menuding bahwa seluruh peraturan di bidang internet misalnya, adalah pemberangusan terhadap hak berpikir dan berkarya anak bangsa. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah. Yang terjadi memang –sebagaimana analisa para pakar di bidang ini- bahwa internet service provider (ISP) ibaratnya sebuah komplek perumahan besar, yang di dalamnya mungkin terletak masjid, pondok pesantren, puskesmas,warung makan, namun pada saat yang sama ada juga disana : kafe, warung miras, rumah bordil, dan lain sebagainya. Hal inilah yang menjadi dilemanya, karena menutup akses ke lingkungan perumahan tersebut, berarti ikut menutup akses ke masjid, puskesmas dan lain sebagainya. Karena inilah, sebuah regulasi memang harus cermat untuk mewujudkan pembumian internet sehat di hati masyarakat. Mari bersama kita mengawalnya.

Contoh Langkah Konkrit :
  1. Mengadakan pertemuan, konsultasi, formal maupun nonformal, atau seminar yang khusus membahas regulasi dalam dunia internet, antara Pemerintah, Praktisi dan Pakar Internet, maupun penyedia jasa Internet Service Provider.
  2. Para pengamat berusaha untuk memberikan telaah yang objektif atas setiap rancangan regulasi. Hal ini akan mencerdaskan masyarakat, sehingga bisa bersikap lebih elegan, dalam arti tidak menolak setiap regulasi dengan membabi buta, dan tidak pula hanya tunduk patuh tanpa memahami hak-haknya.

Kedua : Meningkatkan Kesadaran para Orang Tua
Rumah adalah benteng yang kokoh dari segala ancaman kerusakan moral anak-anak kita. Selama mereka di rumah mendapatkan bimbingan yang luwes dan kontinyu, maka anak-anak kita lebih akan terjaga dari efek negatif penggunaan internet yang salah kaprah. Karenanya, para orang tua harus segera mengambil peran penting. Dari mulai hal teknis, yaitu adanya ketentuan penggunaan internet di rumah, hingga pengawasan yang memadai kegiatan internet anak-anaknya. Hal ini bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, misalnya dengan tidak meletakkan komputer di dalam kamar anak, atau mematikan saluran internet di malam hari, atau  mengaktifkan software parental untuk memblok situs-situs yang aneh dan tidak mendidik. Namun ini semua harus diikuti dengan arahan dan bimbingan untuk pemanfaatan internet yang optimal. Mengenalkan situs bermanfaat yang sangat banyak terserak, agar anak-anak kita tidak hanya menghabiskan waktu berinternetnya dengan situs jaringan pertemanan saja.

Contoh Langkah Konkrit :
  1. Memberikan sosialisasi internet sehat di kalangan orangtua, melalui forum-forum wali murid atau kelas-kelas parenting, atau pertemuan ibu-ibu PKK misalnya.
  2. Memfasilitasi dan mengajarkan pada para orang tua untuk mampu mengguankan software parental atau browser khusus anak-anak pada komputer yang berinternet di rumahnya,
  3. Mendidik para orang tua agar lebih 'sadar' dan 'melek' internet, sehingga dengan sendirinya mereka bisa menjadi guide bagi anak-anaknya saat berselancar di dunia maya.

Ketiga : Semangat Mengkampanyekan Internet Sehat
Sebuah gagasan besar dan mulia membutuhkan strategi kampanye yang hebat pula. Kita tidak bisa hanya berdiam diri, menunggu gagasan internet sehat membumi di Indonesia hanya dengan berpangku tangan saja. Semua pihak harus ikut berpartisipasi, sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki. Baik itu pemerintah, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, akademisi, blogger, dan semua stakeholder dalam pembangunan watak dan karakter bangsa, harus turun ke gelanggang untuk mengkampanyekan internet sehat secara dinamis dan intensif. Harapan kita sederhana, beberapa tahun ke depan akan banyak pengguna internet -yang dahulunya adalah ‘korban’ dari penggunaan internet yang negatif – akan berubah menjadi pejuang internet sehat, sesuai dengan caranya masing-masing.

Contoh Langkah Konkrit :
  1. Membuat wadah, komunitas, atau forum yang intens menyuarakan internet sehat di tengah-tengah masyarakat kita.
  2. Membuat kurikulum dan materi yang komprehensif seputar internet sehat, sehingga bisa diajarkan dalam kelas formal maupun non formal, dari mulai kurikulum SMP, SMA, Perkuliahan, atau bahkan untuk materi khutbah Jumat sekalipun.
  3. Perjuangan di dunia maya harus diikuti dengan dukungan media cetak di dunia nyata, pengguna internet di Indonesia memang diperkirakan sudah mencapai 45 juta per Juli 2010, namun belum banyak yang mengetahui seputar Internet Sehat. Karenanya, sosialisasi dan bahasan seputar Internet Sehat juga harus diupayakan dapat disebarkan melalui media cetak baik nasional maupun lokal.

Keempat : Optimalisasi dan Perbaikan Konten yang Sehat
PT Telkom Indonesia  pernah membuat survei yang menghasilkan angka bahwa 90% akses internet di Indonesia hanya digunakan untuk akses pada jejaring sosial (Facebook, Twitter) serta situs yang kurang bermanfaat lainnya. Apa yang bisa kita baca dari survei di atas ? Bahwa anjuran internet sehat harus berbanding lurus dengan ketersediaan situs-situs atau blog yang menarik dan bermanfaat. Internet yang sehat bukan sekedar menjauhi konten negatif, tetapi juga mengarahkan seseorang untuk mengoptimalkan waktu jelajah internetnya, bukan hanya untuk sekedar menyapa dan berkomentar dalam situs pertemanan dan jaringan sosial. Karenanya, baik para pengelola situs, atau blogger, hendaknya berusaha keras untuk menaikkan daya tawar web yang dikelola, agar bisa membuat para pengguna internet terkesima dan tertarik sedemikian rupa, hingga tidak hanya berkutat di jaringan pertemanan semata.

Contoh Langkah Konkrit :
  1. Mengadakan pelatihan menulis di blog baik bagi para guru, akademisi, maupun masyarakat yang tertarik secara umum dari setiap segmennya. Sehingga mereka tidak hanya sekedar bisa menulis, namun juga mengelola blog dengan baik agar tampil dengan performance blog yang lebih bermutu dan menarik.
  2. Mengadakan kontes Blog secara berkesinambungan, baik skala nasional, lokal, maupun di sekolah-sekolah. Kontes dan perlombaan blog ini hendaknya dilengkapi dengan kriteria penjurian yang objektif dan menantang, bukan 'hanya' kontes SEO semata, sehingga akan menghasilkan blogger-blogger yang terus memacu diri untuk selangkah lebih baik dari sebelumnya.
Memulai dari yang kita Mampu !
Mungkin ada sebuah pernyataan yang segara tersirat dalam benak kita, bahwa sekian langkah di atas hanya bisa dijalankan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga yang mapan dari sisi sumber daya dan dana. Maaf, saya tidak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan tersebut, karena pada dasarnya kita mampu melangkah dan memperjuangkan internet sehat sesuai dengan ranah dan kemampuan kita. Jika kita adalah seorang blogger, maka kita mulail dengan 'membombardir' dunia maya dengan postingan-postingan yang menarik dan inspiratif seputar internet sehat. Jika kita adalah seorang tokoh warga atau ketua RT misalnya, maka bisa kita mulai dengan melihat-lihat kondisi warnet di lingkungan kita, berikan satu dua kalimat arahan yang bijak agar para pengelola warnet dan operatornya bisa ikut bekerja sama menjaga 'kesehatan' warnetnya. Contoh nyata inisiatif semacam ini telah digulirkan oleh Bupati Jepara Hendro Martojo melalui Surat Edaran tertanggal 08 Juli 2010 seputar Warnet Sehat ditujukan kepada seluruh pengelola warnet di daerahnya. Secara ringkas isi edaran tersebut adalah mengharapkan pengelola warnet ikut ; berpartisipasi memerangi pornografi melalui jasa yang mereka kelola , mendesain bilik warnet agar lebih terbuka, memblokir seluruh situs maupun konten internet yang mengandung pornografi, dan juga  membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan internet sesuai dengan koridor pendidikan. Sungguh, sebuah inisiatif  praktis dari seorang Bupati yang layak kita apresiasi.

Langkah positif di atas semestinya bisa menginspirasi para kepala daerah atau juga pengelola warnet di daerah lainnya. Pengelola warnet bisa memulai dengan menetapkan peraturan-peraturan lokal yang arif dan aplikatif untuk mewujudkan internet sehat. Atau mungkin kita bisa lebih tegas dengan merobohkan bilik-bilik internet  sempit yang mengundang hasrat untuk bermaksiat tersebut. Warnet tanpa bilik yang sempit, adalah salah satu langkah nyata untuk mewujudkan internet yang lebih sehat. Bahkan, warnet tanpa bilik yang sempit akan mampu menghadirkan suasana yang profesional, elegan dan bersahabat.

Selain itu semua, lebih potensial lagi, jika kita adalah seorang guru, dosen atau kepala Sekolah. Dengan sederhana kita bisa torehkan sebuah kebijakan internet sehat melalui penugasan-penugasan kepada anak didik di sekolah atau mahasiswa di kampus. Salah satu contoh yang menginspirasi saya, sekaligus menguatkan bahwa kampanye internet sehat bisa dimulai dari diri dan lingkungan kita, adalah apa yang telah dicapai oleh Bapak Dedi Dwitagama. Beliau adalah seorang kepala sekolah di SMK Negeri 36 Cilincing Jakarta, juga seorang blogger dan trainer yang berpengalaman. Lebih dari itu, beliau adalah seorang yang cerdas dalam memasyarakatkan internet sehat. Kebijakan yang unik pun telah beliau torehkan, yaitu mewajibkan seluruh guru dan siswa di sekolahnya agar mempunyai akun Facebook dan membuat blog. Lebih unik lagi, beliau menambahkan syarat pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus adalah minimal  telah menulis 100 postingan di blognya masing-masing !. Sungguh, saya belum pernah mendengar yang lebih praktis dan lebih tajam seputar membumikan internet sehat selain apa yang telah digagas oleh bapak Dedi Dwitagama ini. Semoga kita bisa terinspirasi untuk menorehkan langkah-langkah unik lainnya, tentunya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Akhirnya, pekerjaan rumah kita benar-benar telah berserak di hadapan. Memalingkan generasi hari ini dari konten yang tidak bermanfaat menuju konten berharga bak mutiara. Mengubah internet dari sebuah ancaman perusak moral, menjadi salah satu keajaiban dunia dalam pembentukan kreatifitas dan pengetahuan anak bangsa. Dengan internet sehat, mewujudkan Indonesia yang hebat bukan lagi impian semata. Mari bersama mewujudkannya. Mari bersama memberikan harapan untuk Indonesia. Salam Optimis ! (Sumber)

Rabu, 08 Desember 2010

Orang Pertama Penemu Fotografi dan Kamera


http://i218.photobucket.com/albums/cc129/truebluesky/people/LouisDaguerre.jpgFotografi! Tak lain dari Louis Jacques Mande Daguerre-lah orang yang di tahun 1830-an berhasil menemukan fotografi praktis.

Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Waktu mudanya dia seniman. Pada umur pertengahan tiga puluhan dia merancang “diograma”, barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera!

Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil. Di tahun 1827 dia ketemu Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya “daguerreotype.”
Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu, ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode “daguerreotype” dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Tak banyak penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan awam seperti halnya fotografi. Dia digunakan di hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer. Sarana yang vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran penerangan (atau penipuan untuk mengelabui orang lewat informasi palsu), di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan. Berhubung fotografi mampu dengan cepat mengingatkan orang akan masa lampaunya, dia menjadi sarana suvenir dan kenang-kenangan yang tersebar luas. Sinematografi, tentu saja, merupakan perkembangan berikutnya yang punya arti penting-selain melayani dan merupakan sarana hiburan yang tak bisa diabaikan-juga saina banyak digunakan setara dengan foto “diam.”

Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. “Kamera obscura” (alat serupa dengan kamera tetapi tanpa film) telah diketemukan orang delapan abad sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat langkah menempatkan lensa di muka “kamera obscura” terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern. Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama samasekali, sulitlah dianggap sebuah fotografi. Penemuan pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana cara semestinya meneruskan gagasannya.
Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan “kamera obscura,” Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang). Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang guram.
Kamera resmi Daguerre yang diprodusir iparnya, Alphonse Girous, dibubuhi cap yang berbunyi: “Tanpa tanda tangan M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin.”karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis “iodide perak”. Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau berabe bawanya karena berat, toh berguna. Dua tahun sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang usul penyempurnaan: penambahan “cairan perak” pada “iodide perak” yang peka cahaya. Perubahan kecil ini punya pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat pemotretan, karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Tahun 1839, sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini. Menarik untuk dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memprodusir alat potret di tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Talbot, yang juga melibatkan diri dalam pelbagai proyek, tidak lekas-lekas meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, mungkin sekali dia bisa memprodusir alat potret yang komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, beruntun dilakukan orang pelbagai penyempurnaan: proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, saya anggap Louis Daguerre-lah orang yang paling banyak beri sumbangan pikiran. Tak ada sistem yang patut dipakai sebelum Daguerre dan sistem yang dikembangkannya paling praktis dan paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyiaran yang luas dari hasil penemuannya merupakan daya dorong buat penyempurnaan-penyempurnaan selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat Daguerre sudah dapat dimanfaatkan.
 
 
Sumber : http://terselubung.blogspot.com/2010/12/orang-pertama-yang-menemukan-fotografi.html

Senin, 06 Desember 2010

Tuhan, Profesor & Mahasiswa

Seorang mahasiswa berhasil mematahkan pertanyan dari "PROFESOR" Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,"Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kitabahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan". "Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalahsebuah mitos. Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?". "Tentu saja," jawab si Profesor, Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin ituadalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu sajaitu ada." Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari,gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna danmempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Katagelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?" Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaanpanas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." profesor itu terdiam. Dan mahasiswan tersebut adalah ALBERT EINSTEN. (Sumber)

Kamis, 25 November 2010

Pesona Waduk Sempor

Hamparan air beriak kecil dalam sebuah wadah alam yang sengaja dibuat oleh manusia atau biasa disebut dengan istilah waduk, yang menyatu dengan perbukitan hijau disekitarnya, merupakan pemandangan cantik yang bisa ditemui di objek wisata Waduk Sempor, sebuah objek wisata yang menyimpan beribu pesona dan cerita.
Sangat mudah dijangkau dengan alat transportasi darat, alam permai yang tak kalah indahnya dengan objek wisata di daerah lain ini, bisa dinikmati dengan seksama.
Objek wisata Waduk Sempor memang bukanlah nama yang asing lagi bagi dunia kepariwisataan ini. Di balik fungsinya sebagai sarana irigasi teknis bagi ribuan hektar sawah di wilayah Gombong, waduk ini juga menyimpan potensi yang besar sebagai objek wisata. Selain daya tarik alamnya yang begitu besar, objek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, antara lain wisma-wisma penginapan yang bisa disewa secara perorangan maupun rombongan. Selain sebagai objek berwisata, tempat ini juga cocok dijadikan tempat untuk seminar, rapat kerja dan kegiatan lainnya, karena selain tempatnya tenang, juga memiliki sarana yang memadai untuk kegiatan tersebut.
Daya tarik utama objek wisata ini adalah alamnya. Waduk seluas puluhan hektar yang berhulu di desa Kedungwringin dan bermuara di desa Sempor, Kecamatan Sempor ini, bila diamati begitu mirip sebuah danau alam yang dipagari oleh perbukitan. Perbukitan tersebut ditanami ribuan batang pohon pinus oleh perhutani yang dalam waktu-waktu tertentu disadap getahnya. Dengan dukungan iklim yang memiliki curah hujan cukup melingkari sang "danau". Walhasil, harmoni alam yang tercipat dari perpaduan waduk dengan sang sabuk hijau merupakan lukisan hidup yang begitu mempesona. Melihat riak-riak air di danau buatan itu, ketenangan seakan menyelusup ke dalam jiwa sanubari ini. Menatap hamparan pinus, sepertinya mendapatkan kesejukan dan keteduhan yang tiada tara. Mendapatkan suguhan yang sungguh memperkaya batin seperti itu, seolah diri ini enggan beranjak dari tempat ini.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah cukup hanya itu saja yang bisa diperoleh di objek wisata ini, Tentu saja tidak, Sebab masih banyak yang bisa diperoleh di sini, asal mau bersabar hati meluangkan waktu menelusuri kawasan waduk ini secara menyeluruh.Kawasan objek wisata Waduk Sempor bisa dinikmati dari dua arah. Arah yang pertama yaitu setelah pintu gerbang yang dijaga oleh petugas penarik retribusi, pada simpang tiga yang jaraknya beberapa ratus meter dari pintu gerbang, arah perjalanannya adalah lurus ke depan. Sedangkan arah yang kedua, pada simpang tiga tadi lalu belok ke kiri.
Sasaran atau tujuan dari arah yang pertama adalah menikmati keindahan waduk dari dekat. Dengan menyusuri jalan beraspal di atas waduk, pengunjung akan mencapai dermaga perahu. Pengunjung pun bisa menikmati keindahan waduk sambil berperahu motor yang disewakan. Bila memiliki hobi memancing, bisa memancing dalam waduk. Objek lain yang bisa dikunjungi dari lokasi ini adalah Taman Dirgantara yang memajang aneka pesawat terbang tiruan serta permainan anak-anak. Tak lupa, deretan kios penjual makanan juga tersedia di sini.
Setelah puas menikmati keindahan waduk dari lokasi ini, wisatawan bisa mengunjungi lokasi yang dijelaskan sebagai arah yang kedua tadi. Perjalanan menuju lokasi ini cukup mengasyikkan. Selain jalannya berbelok-belok dan menanjak, wisatawan juga bisa menikmati indahnya saluran irigasi yang lebar menyerupai sungai. Di lokasi ini bisa dijumpai kompleks perkantoran milik instansi pengelola waduk beserta kompleks perumahan yang saat ini sebagian dipakai sebagai penginapan bagi pengunjung. Selain itu, terdapat pula Lapangan Pancasila dan Aula.
Untuk menikmati lokasi ini, sangat dianjurkan untuk berjalan kaki, agar bisa sepenuhnya menikmati alam disini. Bagi Anda yang membutuhkan penginapan, bisa memilih kelas yang dikehendaki sesuai dengan selera Anda sebab di sini terdapat pula penginapan yang bergaya Jepang. Dalam hal kesan yang diperoleh, harus diakui lokasi ini memang lebih menjajikan kepuasan ketimbang lokasi yang pertama tadi. Di sini wisatawan bisa menikmati panorma Waduk Sempor dari arah ketinggian. Perpaduan antara waduk dengan sabuk hijau ditambah dengan jalan aspal yang ada di dekatnya.
Sungguh panorama yang tak akan pernah membosankan bagi mata yang memandangnya. Alhasil, kesan yang didapatkan dari objek wisata yang terletak di sebelah utara kota Gombong ini akan mendalam dan menjadi kenangan seumur hidup. Namun selain waduk, bila melayangkan arah pandangan mata ke bagian selatan kompleks penginapan, maka akan mendapatakan pemandangan yang tak kalah menariknya. Bukit-bukit itupun 'bernama', mengambil nama-nama anggota Pendawa Lima dalam cerita pewayangan. Konon di beberapa puncak bukit itu, terdapat pula makam yang dikeramatkan dan dikunjungi peziarah. Selain itu, bila tak segan untuk sering bertanya kepada warga sekitarnya, berbagai cerita menarik yang berkaitan dengan bukit-bukit itu akan didapatkan. Hal itu tentu saja melengkapi arti kunjungan ke objek wisata ini.