Kamis, 25 November 2010

Pesona Waduk Sempor

Hamparan air beriak kecil dalam sebuah wadah alam yang sengaja dibuat oleh manusia atau biasa disebut dengan istilah waduk, yang menyatu dengan perbukitan hijau disekitarnya, merupakan pemandangan cantik yang bisa ditemui di objek wisata Waduk Sempor, sebuah objek wisata yang menyimpan beribu pesona dan cerita.
Sangat mudah dijangkau dengan alat transportasi darat, alam permai yang tak kalah indahnya dengan objek wisata di daerah lain ini, bisa dinikmati dengan seksama.
Objek wisata Waduk Sempor memang bukanlah nama yang asing lagi bagi dunia kepariwisataan ini. Di balik fungsinya sebagai sarana irigasi teknis bagi ribuan hektar sawah di wilayah Gombong, waduk ini juga menyimpan potensi yang besar sebagai objek wisata. Selain daya tarik alamnya yang begitu besar, objek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, antara lain wisma-wisma penginapan yang bisa disewa secara perorangan maupun rombongan. Selain sebagai objek berwisata, tempat ini juga cocok dijadikan tempat untuk seminar, rapat kerja dan kegiatan lainnya, karena selain tempatnya tenang, juga memiliki sarana yang memadai untuk kegiatan tersebut.
Daya tarik utama objek wisata ini adalah alamnya. Waduk seluas puluhan hektar yang berhulu di desa Kedungwringin dan bermuara di desa Sempor, Kecamatan Sempor ini, bila diamati begitu mirip sebuah danau alam yang dipagari oleh perbukitan. Perbukitan tersebut ditanami ribuan batang pohon pinus oleh perhutani yang dalam waktu-waktu tertentu disadap getahnya. Dengan dukungan iklim yang memiliki curah hujan cukup melingkari sang "danau". Walhasil, harmoni alam yang tercipat dari perpaduan waduk dengan sang sabuk hijau merupakan lukisan hidup yang begitu mempesona. Melihat riak-riak air di danau buatan itu, ketenangan seakan menyelusup ke dalam jiwa sanubari ini. Menatap hamparan pinus, sepertinya mendapatkan kesejukan dan keteduhan yang tiada tara. Mendapatkan suguhan yang sungguh memperkaya batin seperti itu, seolah diri ini enggan beranjak dari tempat ini.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah cukup hanya itu saja yang bisa diperoleh di objek wisata ini, Tentu saja tidak, Sebab masih banyak yang bisa diperoleh di sini, asal mau bersabar hati meluangkan waktu menelusuri kawasan waduk ini secara menyeluruh.Kawasan objek wisata Waduk Sempor bisa dinikmati dari dua arah. Arah yang pertama yaitu setelah pintu gerbang yang dijaga oleh petugas penarik retribusi, pada simpang tiga yang jaraknya beberapa ratus meter dari pintu gerbang, arah perjalanannya adalah lurus ke depan. Sedangkan arah yang kedua, pada simpang tiga tadi lalu belok ke kiri.
Sasaran atau tujuan dari arah yang pertama adalah menikmati keindahan waduk dari dekat. Dengan menyusuri jalan beraspal di atas waduk, pengunjung akan mencapai dermaga perahu. Pengunjung pun bisa menikmati keindahan waduk sambil berperahu motor yang disewakan. Bila memiliki hobi memancing, bisa memancing dalam waduk. Objek lain yang bisa dikunjungi dari lokasi ini adalah Taman Dirgantara yang memajang aneka pesawat terbang tiruan serta permainan anak-anak. Tak lupa, deretan kios penjual makanan juga tersedia di sini.
Setelah puas menikmati keindahan waduk dari lokasi ini, wisatawan bisa mengunjungi lokasi yang dijelaskan sebagai arah yang kedua tadi. Perjalanan menuju lokasi ini cukup mengasyikkan. Selain jalannya berbelok-belok dan menanjak, wisatawan juga bisa menikmati indahnya saluran irigasi yang lebar menyerupai sungai. Di lokasi ini bisa dijumpai kompleks perkantoran milik instansi pengelola waduk beserta kompleks perumahan yang saat ini sebagian dipakai sebagai penginapan bagi pengunjung. Selain itu, terdapat pula Lapangan Pancasila dan Aula.
Untuk menikmati lokasi ini, sangat dianjurkan untuk berjalan kaki, agar bisa sepenuhnya menikmati alam disini. Bagi Anda yang membutuhkan penginapan, bisa memilih kelas yang dikehendaki sesuai dengan selera Anda sebab di sini terdapat pula penginapan yang bergaya Jepang. Dalam hal kesan yang diperoleh, harus diakui lokasi ini memang lebih menjajikan kepuasan ketimbang lokasi yang pertama tadi. Di sini wisatawan bisa menikmati panorma Waduk Sempor dari arah ketinggian. Perpaduan antara waduk dengan sabuk hijau ditambah dengan jalan aspal yang ada di dekatnya.
Sungguh panorama yang tak akan pernah membosankan bagi mata yang memandangnya. Alhasil, kesan yang didapatkan dari objek wisata yang terletak di sebelah utara kota Gombong ini akan mendalam dan menjadi kenangan seumur hidup. Namun selain waduk, bila melayangkan arah pandangan mata ke bagian selatan kompleks penginapan, maka akan mendapatakan pemandangan yang tak kalah menariknya. Bukit-bukit itupun 'bernama', mengambil nama-nama anggota Pendawa Lima dalam cerita pewayangan. Konon di beberapa puncak bukit itu, terdapat pula makam yang dikeramatkan dan dikunjungi peziarah. Selain itu, bila tak segan untuk sering bertanya kepada warga sekitarnya, berbagai cerita menarik yang berkaitan dengan bukit-bukit itu akan didapatkan. Hal itu tentu saja melengkapi arti kunjungan ke objek wisata ini.

Internet Sehat dan Aman ibarat ‘Mission Impossible’

Belum lama ini aku menyaksikan tayangan film seri Criminal Minds berjudul Internet. Berkisah tentang bagaimana para agen FBI dari Behavioral Analysis Unit (BAU) yang mencoba mencari pembunuh berantai yang menjebak korban menggunakan situs jejaring sosial di  internet.

Salah satu pernyataan menarik diungkap karakter David Rossi, salah satu tokoh utama di serial ini: “Internet tak akan pernah lupa. Apa yang pernah kau tulis di facebook, di twitter, di blog, akan tercatat selamanya…”
Kisah berakhir dengan tertangkapnya si pembunuh berantai. Para agen BAU bisa mendapatkan jejak si pembunuh melalui internet.
***
Kisah yang aku saksikan di film itu pastilah fiksi. Namun kisah ini mengacu pada peristiwa dan kondisi terkini, terutama yang terkait dengan internet. Artinya, apa yang diungkap karakter David Rossi itu benar. Apa yang Anda pernah tulis di internet akan tercatat selamanya. Karena internet tak akan pernah lupa.
internet
Anda mungkin sudah lupa apa yang Anda tuliskan dalam status FB dua bulan lalu. Anda mungkin juga sudah lupa apa ‘kicauan’ Anda di Twitter pada hari Rabu dua pekan lalu. Anda mungkin sudah lupa apa komentar Anda di blog yang dikunjungi tiga bulan lalu. Anda bahkan mungkin sudah lupa apa posting yang Anda buat tepat setahun lalu. Anda mungkin sudah lupa. Tapi internet tidak.

Jadi, jika Anda pernah memaki seseorang di dunia maya, makian itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah merayu istri orang (atau suami orang) di internet, lepas apakah rayuan itu bersifat senda gurau, itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah melakukan fitnah di dunia maya, lepas dari apakah fitnah itu sifatnya iseng atau berdasarkan fakta, itu akan tersimpan selamanya.

Dewasa ini banyak software yang bisa ‘menghidupkan’ berbagai hal yang sebelumnya sudah ‘dimatikan’ di internet. Bahkan ada situs khusus yang menyediakan kemudahan untuk melihat-lihat arsip blog atau website yang sudah ‘almarhum’.
***
Dalam konteks ini, kampanye ‘internet sehat’ menjadi sangat penting. Kampanye untuk mengingatkan para pengguna internet agar berhati-hati. Agar berpikir panjang sebelum menulis sesuatu. Agar berpikir seribu kali sebelum mencerca orang lain. Agar berpikir masak-masak sebelum melontarkan gurauan di dunia maya, karena ada pihak yang menganggap gurauan sebagai hal yang serius.

Internet sehat juga artinya bersikap ekstra hati-hati dalam membeberkan berbagai data pribadi di dunia maya. Apalagi jika data pribadi itu terkait dengan password (misalnya nama anak atau tanggal kelahiran sebagai password).

Internet sehat artinya proaktif bertutur dan menulis di dunia maya dengan santun. Membeberkan hal yang positif yang membangun. Mengisi konten dengan hal yang membuat pembaca menjadi kaya, setidaknya dari sisi moral dan bathin.

Internet sehat juga artinya membentengi diri agar tidak menjadi mangsa para ’serigala’ dunia maya, yang selalu mencari celah guna mendapatkan keuntungan.

Internet sehat, sesungguhnya mudah diucapkan namun sukar diterapkan. Bahkan jika melihat tren yang ada, maka kampanye internet sehat itu ibarat ‘mission impossible’. Namun dengan itikad yang lahir dari keinginan berbuat baik, untuk memberi arti dalam jejak yang ditorehkan di dunia maya, maka apa yang dianggap sebagai misi yang mustahil itu bisa terlaksana.

Pada akhirnya, penerapan internet sehat akan membuat seseorang menjadi hebat. Hebat dalam berinteraksi, hebat dalam beranalisa, hebat dalam merumuskan gagasan dan hebat dalam mengaplikasikan ide. Juga hebat dalam menangkal berbagai dampak negatif.Tidak mudah tentu saja, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.

So, karena internet tak pernah lupa, siapa yang mau menjadi hebat di dunia maya?




Sumber: http://catatanqu.blogdetik.com/2010/11/24/karena-internet-tak-pernah-lupa/

Senin, 22 November 2010

Prinsip-prinsip Komunikasi

Prinsip-prinsip komunikasi juga diuraikan dengan berbagai cara oleh para pakar komunikasi, dengan menggunakan istilah-istilah lain untuk merujuk pada prinsip prinsip komunikasi ini. Willian B. Gudykunst dan Young Yun Kim, menyebutnya asumsi-asumsi Komunikasi, Cassandra L.Book, Bert E. Bradley, Larry A. Samovar dan Richard E.Porter, Sarah Trenholm, dan Arthur Jensen, menyebutnya karakteristik komunikasi.
Berikut adalah Prinsip-prinsip komunikasi :
  • #PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK
  • #PRINSIP 2 : SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI
  • #PRINSIP 3 : KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN
  • #PRINSIP 4 : KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN
  • #PRINSIP 5 : KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU
  • #PRINSIP 6 : KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI
  • #PRINSIP 7 : KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK
  • #PRINSIP 8 : SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI
  • #PRINSIP 9 : KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL
  • #PRINSIP 10 : KOMUNIIKASI BERSIFAT PROSESUAL DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL
  • #PRISNSIP 11 : KOMUNIKASI BERSIFAT IRRESVERSIBLE
  • PRINSIP 12 : KOMUNIKASI BUKAN PANASEA UNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH
#PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK
Salah satu kebutuhan pokok manusia, adlah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. Ernst Cassier mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum. Lambang atau symbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan kelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku nonverbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambang verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek (baik abstrak mau pun nyata) tanpa kehadirah manusia dan objek tersebut. Lambang adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks. Ikon adalah suatu benda fisik yang menyerupai yang direpresentasikannya. Representasi ini ditandai dengan kemiripan.
Indek adalah suatu tanda yang secara alamiah merepresntasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari desebut juga gejala (symptom). Indek muncul berdasarkan hubungan antara sebab akibat yang punya kedekatan eksistensi.
Lambang mempunyai beberapa sifat seperti berikut ini :
Lambang bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang
Apasaja bisa dijadikan lambang, bergantung pada kesepakatan bersama. Alam tidak memberikan penjelasan kepada kita mengapa manusiamenggunakan lambang-lambang tertentu untuk merujuk pada hal-hal tertentu baik yang konkret atau pun yang abstrak.
Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna; kitalah yang memberikan makna pada lambang
Makna sebenarnya ada dalam kepala kita, bukan terletak pada lamban itu sendiri. Persolan akan timbul bila para peserta komunikasi tidak member makna yang sama pada suatu kata. Dengan kata lain, tidak ada hubungan yang alami antara lambang dengan referent (objek yang ditujunya).
Lambang itu bervariasi
Lambang itu bervariasi dari sudut budaya ke budaya lain, dari suatu tempat ke tempat lain, dan dari suatu konteks waktu ke konteks waktu yang lain. Lamang itu maknanya dapat berubah.
#PRINSIP 2 : SETIAP PERILAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI
Kita tidakdapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Komuniikasi terjadi bila seseorang memberikan makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
#PRINSIP 3 : KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN
Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaraktkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Tidak semua orang menyadari bahwa pesan yang sama bisa ditafsirkan berbeda bila disampaikan dengan cara berbeda. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur2 lain terlasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Pengaruh suatu pesan juga akan berbeda bila disjikan dengan media yang berbeda.
#PRINSIP 4 : KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN
Komunikasi dilakkan dalam berbagai tingkat kesengajaan, dari komunikasi yang tidak sengaja sama sekali (missal ketika anda melamun sementara orang memperhatikan anda) hingga komunikasi yang benar-benar direnacanakan dan disadari (ketika anda menyampaikan suatu pidato). Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita potensial untuk ditafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Dalam berkomunikasi., kesadaran kita lebih tinggi dalam situasi khusus alih-alih dalam situasi rutin. Dalam komunikasi sehari-hari terkadang kita mengucapkan pesan verbal yang tidak kita sengaja. Namun lebih banyak pesan nonverbal yang kita tunjukan tanpa kita sengaja. Komunikasi telah terjadi bila penafsiran telah berlangsung. Terlepas dari apakah anda menyengaja perilaku tersebut atau tidak. Kadang-kadang komunikasi yang disengaja dibuat tampak tidak sengaka. Jadi, niat kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi. Dalam komunikasi antara orang-orang berbeda budaya ketidak sengajaan berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk kita perhatikan.
#PRINSIP 5 : KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU
Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik/ruang, waktu, sosial, dan psikologis.Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan, misalnya orang menelpon dini hari dengan siang hari akan berbeda. Kehadiran orang lain, sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang-orang berkomunikasi, misalnya dua orang yang berkonflik akan canggung jika ada disituasi berdua tidak ada orang, namun dengan adanya orang ketiga, keeadaan akan bisa lebih mencair. Suasana psikologis peserta komunikasi tidak pelak mempengaruhi suasana komunikasi
#PRINSIP 6 : KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI
Ketika orang-orang berkomunikasi , mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka, dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya, orang orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan sering berlamgsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya. Prinsip ini mengasumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia, dengan kat alain perilaku manusia minimal secara parsial dapat diramalkan.
#PRINSIP 7 : KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK
Setiap individu adalah suatu system yang hidup ( a living system ). Komunikasi juga menyangkut suatu system dari unsure-unsurnya. Setidaknya dua system dasar beroprasi dalam transaksi komunikasi itu : system internal dan eksternal. Sistem internal iti adalah seluruh system nilai yang dibawa oleh seorang individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia cerap selama sosialisasinya dalam eberbagai lingkungan sosialnya. Istilah lain yang identik dengan system internal ini adalah kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (field of experience), struktur cognitive (cognitive structure), pola pikir (thinking patterns), keadaan internal (internal states), atau sikap (attitude). Pendeknya system internal ini mengandung semua unsure yang membentuk individu yang unik, termasuk cirri-ciri kepribadiannya, intelegensi, pendidikan, pengetahuan, agama, bahasa, motif keinginan, cita2, dan semaua pengalaman masalalunya, yang pada dsarnya tersembunyi. Kita haya dapat menduganya lewat kata yang ia ucapkan dan atau perilaku yang ia tunjukan. Setiap individu adalah system intermal.
Sistem Eksternal terdiri dari unsure-usnur dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kat ayng ia pilih utk berbicara, isyarakat fisik peserta, dan temperature ruangan. Elemen-elemen ini adalah stimuli public yang terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transasks komunikasi. Akan tetapi karena masing2 orang mempunyai system nternal yang berbeda, maka setiap orang tdidak akan memiliki bidak perceptual yang sama, meskipun mereka duduk di ruang yang sama, kursi yang sama, menghadapai situasi yang sama. Komunikasi adalah produk dari perpaduan antara system internal dan system eksternal tersebut. Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita namun persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara berperilaku. Lingkungan di mana para peserta komunikasi itu berada merupakan bagian dari suatu system yang lebih besar.
#PRINSIP 8 : SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi).
#PRINSIP 9 : KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL
Meskipun terdapat banyak modal komunikasi linier atau satu arah, sebenarnya komunikasi manusia dalam bentuk dasarnya bersifat dua arah.Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat sirkuler atau dua arah komununikasi ini. Misalnya Frank Dance, Kincaid, dan Schramm yang mereka sebut model komunikasi antarrmanusia yang membusat, dan Tubbs. Komunikasi sirkuler ditandai dengan beberapa hal berikut :
  1. Orang-roang yang berkomunikasi dianggap setara
  2. Proses Komunikasi berjalan timbale balik (dua arah)
  3. Dalam praktiknya, kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik.
  4. Komunikasi yang terjadi sebenernya jauh lebih rumit.
Meskupun sifat sirkuler digunakan untuk menandai proses komunikasi, unsut proses komunikasi sebenrnya tidak terpola secara kaku. Pada dasarnya, unsure tersebut tidak berdada dalam suatu tatanan yang bersifat linier, sirkuler, helical atau tatanan lainnya. Unsur2 proses komunikasi boleh jadi beroprasi dalam suatu tatanan tadi, tetapi mungkin pula, setidaknya sebagaian, dalam suatu atatnan yang acak. Oleh karena itu, sifat nonsekuensial alih-alih sirkuler tampaknya lebih tepat digunakan untuk menandai proses komunikasi.
#PRINSIP 10 : KOMUNIIKASI BERSIFAT PROSESUAL DINAMIS, DAN TRANSAKSIONAL
Komunikasi tidak mempunyai awal dan akhir, melainkan merupakan proses yang sinambung (continues). Komunikasi sebagai proses ini dapat dianalogikan dengan apa yang dikatakan Heraclitus enam abag sebelum Masehi bahwa: “Seorang manusia tidak akan pernah melangkah di sungai yang sama dua kali”. Komunikasi terjadi sekali waktu dan kemudian mwnjadi bagian dari sejarah kita. Dalam proses komunikasi, para peserta komunikasi saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal maupun nonverbal. Pernyataan bahwa komunikasi telah terjadi sebenarnya bersifat artificial dalam arti bahwa kita mencoba menangkap suatu gambaran diam (statis) dari proses tersebut dengan maksud untuk menganalisis kerumitan peristiwa tsb, dengan menonjolkan komponen2 atau aspek2 yang penting. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekeedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya). Implosot dalam proses komunikasi sebagai transaksi ini adalah proses penyadian (encoding) dan penyadian balik (decoding). Para peserta komunikasi merupakan sumber informasi, dan masing2 memberi serta menerima epsan secara serentak. Kedudanya pada saat yang sama saling mempengaruhi.Padnangan yang dinamis dan transaksional member penekanan bahwa anda mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi. Perspektif transalksional member penekanan pada dua sifat peristiwa komunikasi, yaitu serentak dan saling mempengaruhi para pesertanya menjadi saling bergantung dan komunikasn mereka hanya dapat dianalisis berdasarkan konteks peristiwanya
#PRISNSIP 11 : KOMUNIKASI BERSIFAT IRRESVERSIBLE
Sekali adna mengirimkan suatu pesan, anda tidak dapat mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayyak apalagi menghilangkan efek persantersebut sama sekali. Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang selalu berubah. Prinsip ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati2 untuk menyampaikan suatu pesan kepad aorang lain, sebab yaitu tadi, efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali. Meskipun kita berusaha meralatnya, apalagi bila penyampaian pesan itu dilakukan untuk pertama kalinya Dalam kkomunikasi massa, sekali wartawan menyiarkan suatu berita yang tanpa disengaja mecemarkan nama baiks eseorang
PRINSIP 12 : KOMUNIKASI BUKAN PANASEA UNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH
Bayak persoalan dan konflik antarmanusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu. Karena persoalan atau konflik tsb mungkin berkaitan dengan masalah structural. Agar komunikasi efektif, kendala structural ini juga harus diatasi.
 
 
Sumber: http://kuliahkomunikasi.com/2009/12/prinsip-prinsip-komunikasi/

Kamis, 18 November 2010

Hotline Internet 0-800-1000-147

Internet Sehat dan Aman adalah program nasional yang ditujukan untuk mesosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman ke berbagai kalangan sehingga dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat serta menghindari dampak-dampak negatifnya.
Dalam dunia  internet, banyak yang dapat di akses bebas untuk dapat mengetahui apa yang di inginkan pengguna bagi semua kalangan. Pengguna internet dapat mencari informasi apapun dengan mudah. Banyak sekali situs-situs yang dapat ditemukan dan diperlihatkan secara umum. Banyak yang positif, namun juga perlu disadari banyak hal yang negatif. Di sini peran hotline internet sehat dan aman diperlukan. Hotline internet ini mampu menjelaskan tentang bagaimana cara berinternet dengan sehat dan aman. Internet sehat  dan aman sendiri memiliki pengetian sebagai solusi dalam melindungi pengguna internet dari situs-situs yang bersifat negatif seperti pornografi, perjudian, phising, dan malware.
Internet sendiri mampu menambah wawasan serta pengetahuan yang tidak terbatas dengan akses dunia maya. Namun tak ada gading yang tak retak, dari banyaknya manfaat internet bagi kita juga banyak dampak negatif yang mengintainya. Oleh karena itu, sebagai pengguna internet harus mampu memaksimalkan manfaat internet sekaligus meminimalisir dampak negatif internet.
Oleh karena itu, pencarian informasi yang dilakukan di internet seharusnya tetap berada pada koridor yang positif. Internet hendaknya digunakan sebagai media belajar tanpa batas bukan melampaui batas.
Jika ingin mengetahui lebih jelas lagi tentang internet sehat dan aman dapat langsung menghubungi layanan hotline internet ini. Hotline internet sehat dan aman merupakan layanan hotline yang memberikan informasi tentang cara berinternet dengan sehat dan aman. Beroperasi dari Senin hingga Jum’at pada pulul 08.00-17.00 WIB. Pengguna maupun para orangtua dapat menghubungi layanan hotline Internet Sehat dan Aman ke nomor layanan 0-800-1000-147 (Bebas Pulsa). Kegiatan ini membutuhkan keterlibatan aktif dari pengguna internet maupun berbagai komponen masyarakat serta terbuka untuk partisipasi dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap penggunaan internet yang sehat dan aman.

Senin, 15 November 2010

DPR RI Kunjungi Kedungwringin


Kedungwringin, Minggu 14 November 2010 mendapat tamu kehormatan dari DPR RI. Acara yang berlangsung meriah tersebut disambut oleh para pelajar yang berbaris membuat pagar betis. Semua prosesi berlangsung dengan lancar, cuacanya pun mendukung. Hanya saja saat para Anggota akan bertolak sempat hujan deras. Namun hal tersebut tidak mengganggu jalannya kegitan tersebut. 
Acara ini dikemas secara formal, diawali dengan doa dan pembukaannya juga dilantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah prosesi pembukaan selesai, aparat desa Kedungwringin mengajak rombongan DPR RI tersebut keliling desa tercinta menggunakan sepeda motor. Dimulai start dari dukuh Munthang menuju arah barat, lalu ke Sokawera, Lambang Sari, kemudian lawatan tersebut berakhir di Balai Desa Kedungwringin. 
misi utama dari kunjugnan tersebut adalah untuk menyambung pembicaraan yang berlangsung saat halal bi halal di Jakarta beberapa waktu silam. Selain itu juga ada dialog interaktif dengan warga sekitar, banyak hal yang diusulkan warga yang juga diwakili oleh Bp. Untung, di antaranya; Bidang kesehatan, Sarana Pendidikan dan sarana transportasi. Gayung pun bersambut, para anggota dewan menanggapi dengan sangat positif. 
“Saya sangat salut dan terkesan dengan kekompakan warga Kedungwringin, dari gotong-royongnya dan penyambutan kami kesini ,” ujar Ganjar Pranowo, wakil ketua komisi II DPR RI, kepada warga yang menyambut dengan semangat, meriah dan penuh kehangatan. Saking terkesannya, dirinya mengikutsertakan untuk bergotong-royong dengan membantu dana sekitar Rp. 10 Juta yang diserahkan kepada Kepala Desa. 
Dari banyaknya permintaan warga, ada tiga hal yang ditegaskan, yaitu sarana jalan, kesehatan dan pendidikan. Dan hal yang saat ini sedang diprioritaskan terlebih dahulu adalah infrastuktur jalan desa. “Iya lah, siji-siji disit, engko angger wis rampung mbene nggarap liyane,” ucap salah satu warga yang mengikuti dialog tersebut.  
Namun karena hujan atau lain hal, pejabat DPRD Kebumen yang ditunggu hingga sore tidak hadir menemani  pejabat DPR RI. Tapi syukurlah, Camat Sempor datang mendukung kegiatan tersebut. “Insya Allah hampir semuanya sudah siap. Proposal dan sebagainya sudah dipersiapkan, termasuk team untuk verifikasi desa Kedungwringin. Jadi tunggu saja insya Allah tahun 2011 semuanya sudah siap,” terang Camat Sempor. 
“Mudah-mudahan akan segera terealisasi dan mari kita awasi agar pembangunan Kedungwringin tidak jadi lahan korupsi,” ujar Hery Raid Khodhi saat berdiskusi hal ini. Mengetahui hal tersebut Arie Prianto memberikan keterangan bahwa, Bapak Ganjar Pranowo juga menghawatirkan hal tersebut. “Oleh karena itu, kemungkinan besar semua fasilitas pembangunan akan dilaksanakn oleh pemerintah kabupaten dengan melibatkan Kecamatan dan Desa Kedungwringin sendiri,” jelas Ganjar Pranowo anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Jumat, 12 November 2010

Pidato Presiden Barack Obama




PRESIDEN BARACK OBAMA:    Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih untuk anda semua.  Selamat Pagi.  (tepuk tangan membahana).  Sungguh menggembirakan berada disini, di Universitas Indonesia.  Kepada para dosen, staf dan mahasiswa, dan kepada Dr. Gumilar Rusliwa Sumantri, terima kabih banyak atas keramahtamahan anda. (tepuk tangan)
Assalamualaikum dan salam sejahtera.  Terima kasih untuk sambutan luar biasa ini.  Terima kasih kepada rakyat Jakarta dan terima kasih kepada rakyat Indonesia.
Pulang kampung nih. (tepuk tangan bergemuruh).  Saya sangat gembira kembali berada di Indonesia dan bahwa Michelle sempat menemani saya. Kami menghadapi beberapa pembatalan tahun ini, tetapi saya bertekad untuk mengunjungi negara yang punya arti sedemikian besarnya untuk saya. Sayangnya, ini merupakan kunjungan yang relatif singkat, tetapi saya berharap bisa datang kembali setahun dari sekarang, saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur. (tepuk tangan)
Sebelum saya lanjutkan, saya ingin menyampaikan bahwa pikiran dan doa kami bersama warga Indonesia yang tertimpa tsunami dan letusan gunung berapi baru-baru ini – khususnya mereka yang kehilangan sanak saudara yang mereka cintai dan mereka yang kehilangan tempat tinggal. Dan saya ingin anda semua mengetahui, seperti biasanya, Amerika Serikat mendampingi Indonesia dalam menanggapi bencana alam ini dan kami gembira bisa membantu sesuai kebutuhan. Ketika tetangga membantu tetangga lainnya dan keluarga menampung mereka yang kehilangan tempat tinggal, saya tahu bahwa kekuatan dan keuletan rakyat Indonesia akan membuat anda mampu mengatasinya sekali lagi.
Baiklah saya mulai dengan sebuah pernyataan sederhana: Indonesia bagian dari diri saya. (tepuk tangan). Saya pertama kali datang ke negara ini ketika ibu saya menikah dengan seorang Indonesia bernama Lolo Soetoro.  Dan  sebagai anak muda, saya  — sebagai anak muda  saya datang ke dunia yang berbeda. Tetapi rakyat Indonesia secara cepat membuat saya merasa seperti di rumah sendiri.
Jakarta – kini, Jakarta  sangat berbeda dengan waktu itu. Kota ini memiliki bangunan-bangunan yang tingginya hanya beberapa tingkat.  Ini tahun 1967, ’68 – kebanyakan dari anda belum lahir waktu itu (Obama tertawa).  Hotel Indonesia merupakan salah satu dari sedikit gedung tinggi, dan hanya ada satu pusat belanja yang baru dan dinamakan Sarinah. Cuman itu. (tepuk tangan).  Becak dan bemo, itulah kendaraan untuk bepergian.  Kendaraan ini lebih banyak dari mobil waktu itu.  Dan tak ada jalan raya lebar seperti sekarang.  Kebanyakan berlanjut dengan jalan yang tidak diaspal dan jalan kampung.
Lalu kami pindah ke Menteng Dalam, dimana – (tepuk tangan) –  hai, apakah ada yang dari Menteng Dalam disini. (tepuk tangan).  Dan kami tinggal di sebuah rumah kecil.  Kami punya pohon mangga di depannya.  Dan saya jatuh cinta kepada Indonesia ketika bermain layang-layang, berlari di sepanjang sawah, menangkap capung dan membeli sate dan bakso dari penjaja di jalan. Sate! (Obama tertawa).  Saya ingat itu.  Bakso! (Obama tertawa lagi).  Tetapi yang paling saya ingat adalah orang-orangnya – laki-laki dan perempuan tua yang menyambut kami dengan senyuman; anak-anak membuat seorang asing merasa bagai seorang tetangga; dan para sahabat dan guru yang membantu saya belajar mengenal negara ini.
Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa dan rakyat yang berasal dari banyak wilayah dan kelompok etnis, waktu yang saya lewatkan disini membantu saya menghargai kemanusiaan bersama dari semua rakyat. Dan meskipun ayah tiri saya, sebagaimana kebanyakan orang Indonesia, dibesarkan sebagai Muslim, ia secara kuat berpendapat bahwa semua agama haruslah dihormati.  Dan lewat cara ini — (tepuk tangan) — lewat cara ini, ia mencerminkan semangat toleransi keagamaan yang juga tercantum dalam Konstitusi Indonesia, dan hal itu tetap merupakan ciri-ciri menentukan dan mengilhami dari negara ini.  (tepuk tangan).
Saya tinggal di sini selama empat tahun –- suatu masa yang membantu membentuk masa kanak-kanak saya; suatu masa yang menyaksikan kelahiran adik perempuan saya yang cantik, Maya; dan suatu masa yang meninggalkan kesan sedemikian mendalamnya pada diri ibu saya sehingga ia selalu kembali ke Indonesia selama dua puluh tahun untuk tinggal, bekerja dan melakukan perjalanan –- memperjuangkan cita-citanya untuk menciptakan peluang di desa-desa Indonesia, khususnya untuk para perempuan dan gadis.  Dan saya merasa begitu dihormati – (tepuk tangan) – Saya merasa begitu dihormati ketika tadi malam Presiden Yudhoyono pada acara makan malam memberi sebuah hadiah penghormatan atas nama ibu saya, memberi pengakuan atas karyanya.  Dan ia pasti akan sangat bangga, karena ibu saya merasakan kedekatan dengan Indonesia dan rakyatnya sepanjang hidupnya. – (tepuk tangan).
Begitu banyak yang telah berubah dalam empat dekade sejak saya naik pesawat untuk kembali ke Hawaii. Kalau anda tanya saya – atau teman sekelas yang kenal dengan saya waktu itu – saya rasa tak seorang pun dari kami bisa mengantisipasi bahwa suatu hari saya kembali ke Jakarta sebagai Presiden Amerika Serikat. (tepuk tangan). Dan hanya sedikit yang bisa mengantisipasi kisah Indonesia yang luar biasa dalam empat dekade terakhir ini.
Jakarta yang saya pernah kenal kini tumbuh menjadi sebuah kota padat dengan penduduk hampir sepuluh juta, dengan pencakar langit yang membuat Hotel Indonesia tampak kecil, serta pusat-pusat budaya dan perdagangan yang hidup. Sementara teman-teman Indonesia saya dan saya dulu berlari-lari di sawah ditemani kerbau dan kambing – (Obama tertawa) –, sebuah generasi Indonesia yang baru kini terhubung dengan dunia – lewat telepon genggam dan jaringan sosial. Dan sementara Indonesia sebagai sebuah negara muda memusatkan perhatian ke dalam, Indonesia yang kini tumbuh memainkan peranan kunci di Asia Pasifik dan ekonomi global. – (tepuk tangan).
Perubahan ini juga meliputi politik. Ketika ayah tiri saya masih anak-anak, ia menyaksikan ayah dan kakaknya harus meninggalkan rumah mereka untuk berjuang dan gugur demi kemerdekaan Indonesia. Saya gembira berada di sini pada Hari Pahlawan guna menghormati begitu banyak orang Indonesia yang mengorbankan nyawa mereka untuk negara besar ini.  (tepuk tangan).
Tatkala saya pindah ke Jakarta, waktu itu 1967, suatu masa yang menyusul penderitaan dan konflik besar di bagian-bagian tertentu dari negara ini. Meskipun ayah tiri saya berdinas di militer, kekerasan dan pembunuhan selama masa pergolakan politik itu tidak saya ketahui karena hal itu tidak dibicarakan oleh keluarga dan teman-teman Indonesia saya. Dalam rumah saya, sebagaimana di banyak rumah lainnya di seluruh Indonesia, hal ini merupakan kehadiran yang tidak terlihat. Indonesia memiliki kemerdekaan, tetapi acapkali mereka takut untuk membicarakan isu-isunya.
Dalam tahun-tahun sesudah itu, Indonesia telah meniti jalannya sendiri lewat transformasi demokratis yang luar biasa –- dari pemerintahan tangan besi ke pemerintahan dari rakyat. Dalam tahun-tahun terakhir, dunia menyaksikan dengan harapan dan ketakjuban, ketika rakyat Indonesia merangkul peralihan kekuasaan secara damai dan memilih langsung para pemimpin mereka. Dan sebagaimana demokrasi anda dilambangkan oleh Presiden dan parlemen anda yang terpilih, demokrasi anda berkesinambungan dan diperkuat lewat pengecekan dan keseimbangan dari sistem demokrasi itu: sebuah masyarakat madani yang dinamis; partai-partai politik dan serikat-serikat; sebuah media yang hidup dan warganegara yang terlibat serta memastikan bahwa  – di Indonesia – tidak mungkin akan ada kembali ke masa lalu.
Namun sementara tempat tinggal masa muda saya ini telah mengalami begitu banyak perubahan, hal-hal yang membuat saya mencintai Indonesia — semangat toleransi yang tertulis dalam UUD anda; dan dilambangkan dengan mesjid-mesjid, gereja-gereja dan kuil-kuil anda, yang berdiri berdampingan satu sama lainnya; semangat yang tercermin dalam diri rakyat anda – masih terus hidup. (tepuk tangan).  Bhineka Tunggal Ika – persatuan dalam keragaman. (tepuk tangan).  Ini merupakan dasar dari contoh Indonesia kepada dunia dan inilah mengapa Indonesia akan memainkan peranan sedemikian pentingnya dalam abad ke-21.
Jadi hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai sahabat, juga sebagai Presiden yang mengusahakan sebuah kemitraan yang dalam dan langgeng di antara kedua negara kita.  (tepuk tangan).  Karena sebagai negara yang besar dan beragam; sebagai tetangga pada kedua tepian Pasifik  dan terutama sebagai demokrasi — Amerika Serikat dan Indonesia sama-sama terikat oleh kepentingan dan nilai-nilai bersama.
Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya mengumumkan sebuah Kemitraan Strategis  yang baru antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami meningkatkan hubungan antara kedua pemerintahan di berbagai bidang, dan –- juga sama pentingnya –- kami meningkatkan hubungan di kalangan rakyat kita. Ini merupakan kemitraan yang setara, berakar pada kepentingan bersama dan saling menghormati.
Dengan sisa waktu hari ini, saya ingin membahas mengapa kisah yang saya baru ceritakan — kisah Indonesia sejak masa-masa saya tinggal di sini — sedemikian pentingnya untuk Amerika Serikat dan dunia. Saya fokuskan pada tiga bidang yang saling terkait dan mendasar bagi kemajuan manusia — pembangunan, demokrasi dan agama.
Pertama, persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia bisa memajukan kepentingan bersama kita dalam pembangunan.
Ketika saya pindah ke Indonesia, sulit membayangkan sebuah masa depan di mana kemakmuran keluarga di Chicago dan Jakarta akan terkait. Tetapi ekonomi-ekonomi kita sekarang global, dan penduduk Indonesia telah mengalami baik potensi maupun ancaman dari globalisasi: dari goncangan akibat krisis financial Asia pada tahun 90an sampai ke jutaan penduduk yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu berarti –- dan kita belajar dari krisis ekonomi baru-baru ini – kita punya taruhan dalam sukses masing-masing.
Amerika punya taruhan dalam Indonesia yang tumbuh, dengan kemakmuran yang terbagi secara luas dikalangan rakyat Indonesia — karena sebuah kelas menengah yang meningkat disini berarti pasar baru bagi barang-barang kami, sebagaimana Amerika menjadi pasar untuk barang-barang anda. Jadi kami melakukan lebih banyak investasi di Indonesia, ekspor kami tumbuh hampir 50 persen dan kami membuka pintu untuk orang Amerika dan Indonesia guna berbisnis satu sama lainnya.
Amerika punya taruhan dalam sebuah Indonesia yang memainkan perannya yang tepat dalam membentuk ekonomi global. Lewat sudah masa-masa di mana tujuh atau delapan negara secara bersama-sama menentukan arah dari pasar global. Itulah sebabnya G-20 kini menjadi pusat kerjasama ekonomi internasional, sehingga ekonomi yang baru muncul seperti Indonesia punya suara yang lebih besar dan menanggung tanggung jawab lebih besar. Dan lewat kepemimpinannya dalam kelompok anti-korupsi G-20, Indonesia harus memimpin di panggung dunia serta menjadi panutan dalam merangkul transparansi dan akuntabilitas. (tepuk tangan).
Amerika memiliki taruhan dalam sebuah Indonesia yang memperjuangkan pembangunan berkesinambungan, karena cara kita tumbuh akan menentukan kualitas kehidupan kita dan kesehatan planet kita. Itulah sebabnya kami mengembangkan teknologi energi bersih yang bisa menggerakkan industri dan melestarikan sumber daya alam Indonesia yang berharga –- dan Amerika menyambut gembira kepemimpinan negara anda dalam usaha global untuk memerangi perubahan iklim.
Di atas segala-galanya, Amerika punya taruhan dalam sukses rakyat Indonesia. Di bawah kepala-kepala berita harian, kita harus membangun jembatan antara rakyat kita karena kita memiliki keamanan dan kemakmuran masa depan secara bersama. Itulah sebenarnya yang sedang kita lakukan –- lewat peningkatan kerjasama diantara ilmuwan dan peneliti kita dan dengan bekerja bersama-sama untuk memupuk kewirausahaan. Dan saya khususnya gembira bahwa kita berkomitmen untuk melipatgandakan jumlah pertukaran mahasiswa Amerika dan Indonesia yang akan belajar di negara kita masing-masing –- (tepuk tangan). Kami ingin lebih banyak mahasiswa Indonesia di sekolah-sekolah kami, dan lebih banyak mahasiswa Amerika datang belajar di negara ini (tepuk tangan).  Kami ingin memupuk hubungan baru dan saling pengertian yang lebih mendalam diantara warga muda dalam abad yang masih muda ini.
Ini semuanya merupakan isu-isu yang benar-benar bermakna dalam kehidupan sehari-hari kita. Pembangunan, pada akhirnya, tidak sekadar berkaitan dengan tingkat pertumbuhan serta angka-angka dalam sebuah neraca. Pembangunan berkenaan dengan seorang anak yang bisa belajar ketrampilan yang dibutuhkannya dalam dunia yang sedang berubah. Pembangunan berkenaan dengan sebuah ide bagus yang diberi peluang untuk tumbuh menjadi sebuah bisnis dan tidak dicekik oleh korupsi. Pembangunan berkenaan dengan kekuatan-kekuatan yang telah berhasil mentransformasi Jakarta yang pernah saya kenal –- teknologi, perdagangan, aliran manusia dan barang — yang diterjemahkan kedalam sebuah kehidupan yang lebih baik untuk semua warga Indonesia, untuk semua manusia,  sebuah kehidupan yang ditandai oleh harga diri dan kesempatan.
Pembangunan seperti ini tidak bisa dipisahkan dari peran demokrasi.
Saat ini kita kadang kala mendengar bahwa demokrasi menghalangi kemajuan ekonomi. Ini bukan argumen baru. Khususnya di saat perubahan dan ketidakpastian ekonomi, sebagian pihak akan mengatakan bahwa lebih mudah untuk mengambil jalan pintas menuju pembangunan dengan menukar hak azasi manusia dengan kekuasaan negara.  Tetapi itu bukan yang saya lihat dari kunjungan saya ke India, dan itu bukan pula yang saya lihat di sini di Indonesia. Pencapaian-pencapaian anda menunjukkan bahwa demokrasi dan pembangunan saling memperkuat satu sama lain.
Seperti demokrasi mana pun, anda pernah mengalami langkah mundur dalam perjalanan anda. Amerika juga tidak berbeda. Konstitusi kami sendiri menyebutkan upaya untuk membentuk “sebuah persatuan yang lebih sempurna”, dan itu adalah perjalanan yang telah kami tempuh sejak itu. Kami mengalami Perang Saudara dan kami berjuang untuk memperluas hak-hak bagi semua warga negara kami. Tapi upaya ini pula yang telah membuat kami lebih kuat dan lebih makmur, selagi juga menjadi masyarakat yang lebih adil dan bebas.
Seperti negara-negara lain yang pernah dijajah pemerintah kolonial di abad lalu, Indonesia telah berjuang dan berkorban demi hak untuk menentukan nasib sendiri. Inilah makna Hari Pahlawan – sebuah Indonesia yang merupakan milik warga Indonesia. Tapi anda juga pada akhirnya memutuskan bahwa kebebasan tidak berarti menggantikan tangan besi pemerintah kolonial dengan tangan besi sendiri.
Tentu saja demokrasi itu tidaklah rapi. Tidak semua orang menyukai hasil setiap pemilihan. Anda mengalami kemajuan dan kemunduran. Tetapi perjalanan yang anda tempuh ini tetap layak, dan lebih dari sekadar mengisi kotak suara dalam pemilihan. Perlu ada lembaga kuat untuk mengawasi kekuasaan –  konsentrasi kekuasaan. Perlu ada pasar-pasar terbuka guna memungkinkan individu-individu untuk maju. Perlu ada pers bebas dan sistem keadilan yang independen untuk menghapus penyalahgunaan dan ekses, serta untuk menagih akuntabilitas. Perlu ada masyarakat yang terbuka dan warga negara yang aktif untuk menolak ketimpangan dan ketidakadilan.
Ini adalah kekuatan-kekuatan yang akan memajukan Indonesia. Dan akan harus ada penolakan terhadap toleransi pada korupsi yang menghalangi kesempatan; juga komitmen terhadap transparansi yang memberi setiap warga Indonesia kepentingan dalam pemerintahan; dan keyakinan bahwa kebebasan rakyat Indonesia –  yang telah diperjuangkan rakyat Indonesia adalah hal yang mempersatukan negara besar ini.
Itulah pesan dari rakyat Indonesia yang telah memajukan kisah demokratis ini – mulai dari mereka yang bertarung dalam Perang Surabaya tepat 55 tahun lalu hari ini hingga para mahasiswa yang berdemo secara damai untuk demokrasi di tahun 1990-an; juga para pemimpin yang telah merangkul transisi kekuasaan secara damai di abad yang masih muda ini. Karena pada akhirnya, hak warga negaralah yang akan menyatukan Nusantara yang luar biasa dan menjangkau dari Sabang hingga Merauke ini – sebuah ketetapan hati – (tepuk tangan) – sebuah ketetapan hati agar setiap anak yang lahir di negara ini akan diperlakukan sama, terlepas dari asal-usulnya apakah dari Jawa atau Aceh; dari Bali atau Papua. (tepuk tangan). Bahwa semua orang Indonesia memiliki hak yang sama.
Upaya tersebut terlihat pula dari contoh yang kini ditunjukkan Indonesia di luar negeri. Indonesia mengambil inisiatif untuk mendirikan Forum Demokrasi Bali, sebuah forum terbuka bagi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik untuk memupuk demokrasi. Indonesia juga telah berada di garda depan dalam upaya menuntut perhatian lebih banyak terhadap HAM di ASEAN. Negara-negara di Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, dan Amerika Serikat sangat mendukung hak tersebut. Tetapi rakyat Asia Tenggara juga harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri. Dan itu sebabnya kami mengutuk pemilihan di Burma baru-baru ini yang tidak bebas dan adil. Itu sebabnya kami mendukung masyarakat madani anda yang kuat untuk bekerja sama dengan rekan setara anda di seluruh kawasan ini. Karena tidak ada alasan mengapa rasa hormat terhadap HAM harus berhenti di perbatasan sebuah negara.
Bergandengan tangan, inilah makna pembangunan dan demokrasi, bahwa nilai-nilai tertentu bersifat universal. Kemakmuran tanpa kebebasan adalah bentuk lain kemiskinan. Karena ada aspirasi yang dirasakan umat manusia –- kebebasan untuk mengetahui bahwa pemimpin anda bertanggung jawab kepada anda, dan bahwa anda tidak akan dipenjara karena ketidaksepakatan dengan mereka; kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan untuk dapat bekerja dengan martabat; kebebasan untuk beribadah tanpa rasa takut atau pembatasan.
Itu adalah nilai-nilai universal yang harus dipraktekkan di mana pun. Sekarang, agama adalah topik terakhir yang ingin saya bicarakan hari ini, dan –- seperti demokrasi dan pembangunan – agama adalah unsur fundamental dalam kisah Indonesia.
Seperti negara-negara Asia lain yang saya kunjungi dalam perjalanan ini, Indonesia sangat spiritual -– tempat di mana orang menyanjung Tuhan dengan banyak cara berbeda. Bersamaan dengan keragaman yang kaya raya ini, Indonesia juga memiliki populasi Muslim terbesar –- sebuah fakta yang saya temui sebagai anak kecil ketika saya mendengar panggilan untuk shalat di seluruh Jakarta.
Seperti halnya individu tidak hanya didefinisikan oleh kepercayaannya, Indonesia juga tidak hanya didefinisikan oleh populasi Muslimnya. Tapi kita juga tahu bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan masyarakat Muslim telah tercerai berai selama bertahun-tahun. Sebagai Presiden, saya menjadikan upaya memperbaiki hubungan ini sebagai prioritas. (tepuk tangan). Sebagai bagian upaya tersebut, saya pergi ke Kairo bulan Juni lalu dan saya menyerukan sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim di seluruh dunia -– yaitu awal yang membentuk jalan bagi kita untuk mengatasi perbedaan antara kita.
Waktu itu saya mengatakan, dan saya mengulanginya sekarang, bahwa tidak ada satu pidato tunggal yang dapat menghilangkan rasa tidak percaya yang terpupuk selama bertahun-tahun.  Tapi saya yakin waktu itu, dan saya juga yakin hari ini, bahwa kita punya pilihan. Kita dapat memilih untuk dicirikan oleh perbedaan-perbedaan kita, lalu menyerah kepada semua masa depan penuh kecurigaan dan rasa tidak percaya. Atau kita dapat memilih untuk bekerja keras mencari persamaan, dan membuat komitmen untuk terus mengejar kemajuan. Dan saya dapat menjanjikan kepada  anda – bahwa kemunduran apapun yang timbul, Amerika Serikat berkomitmen terhadap kemajuan manusia. Itu adalah kami. Itu yang sudah kami lakukan. Dan itu yang akan kami kerjakan. (tepuk tangan).
Sekarang, kami tahu betul isu-isu yang telah menimbulkan ketegangan selama bertahun-tahun – dan ini adalah isu-isu yang telah saya ungkapkan di Kairo. Selama 17 bulan terakhir setelah penyampaian pidato tersebut, kita telah mencapai kemajuan, tapi kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Warga negara sipil di Amerika, Indonesia, dan di seluruh dunia masih menjadi target ekstremisme keras. Saya telah perjelas bahwa Amerika bukan, dan tidak akan pernah, berperang dengan Islam. Tetapi kita semua harus bekerja sama untuk mengalahkan al Qaida dan sekutu-sekutunya, yang tidak berhak mengaku sebagai pemimpin agama mana pun – dan sudah pasti bukan pemimpin agama dunia yang besar seperti Islam. Tapi mereka yang ingin membangun tidak boleh mengalah kepada teroris yang ingin merusak. Dan ini bukan tugas Amerika semata. Di sini di Indonesia, anda bahkan telah mencapai kemajuan dengan menangkapi ekstremis dan memerangi kekerasan.

Di Afghanistan, kami terus bekerja sama dengan sebuah koalisi negara-negara untuk membangun kapasitas pemerintah Afghanistan guna mengamankan masa depan mereka. Kepentingan bersama kami adalah membangun perdamaian di sebuah daerah yang hancur akibat perang -– perdamaian yang tidak memberikan tempat berlindung bagi kaum ekstremis keras, dan yang memberi harapan bagi rakyat Afghanistan.
Sementara itu, kami juga telah mencapai kemajuan dalam salah satu komitmen utama kami – yaitu upaya untuk mengakhiri perang di Irak. Hampir seratus ribu tentara Amerika kini telah meninggalkan Irak, di masa kepresidenan saya. (tepuk tangan). Rakyat Irak mengemban tanggung jawab penuh atas keamanan mereka. Dan kami akan terus mendukung Irak dalam upaya mereka membentuk pemerintah yang inklusif, dan kami akan memulangkan semua tentara kami.
Di Timur Tengah, kami telah menghadapi awal buruk dan kemunduran, tapi kami tidak menyerah dalam memperjuangkan perdamaian. Rakyat Israel dan Palestina telah memulai kembali pembicaraan langsung antar mereka, tapi hambatan-hambatan besar masih ada. Jangan ada ilusi bahwa perdamaian dan keamanan akan datang dengan mudah. Tapi jangan ada keraguan: Amerika akan berupaya penuh untuk mencapai hasil yang adil, dan ini adalah kepentingan semua pihak yang terlibat —  dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan keamanan. Itu adalah tujuan kami. (tepuk tangan).
Taruhannya tinggi dalam memecahkan semua isu ini. Karena dunia kita semakin kecil dan sementara kekuatan-kekuatan yang menghubungkan kita juga menciptakan peluang dan kekayaan yang besar, kekuatan-kekuatan tersebut juga memberdayakan mereka yang berniat menghambat kemajuan. Satu bom di sebuah pasar dapat menghancurkan maraknya perdagangan harian. Satu kabar angin yang dibisikkan dapat menutupi kebenaran, dan memicu kekerasan antar masyarakat yang sebelumnya hidup bersama dalam damai. Di masa perubahan cepat dan perbenturan budaya ini, apa yang kita miliki bersama sebagai umat manusia terkadang bisa hilang.
Tapi saya percaya bahwa sejarah Amerika dan Indonesia bisa memberi kita harapan. Ini adalah kisah yang tertulis dalam moto nasional kita. Di Amerika, moto kami adalah E pluribus unum – dari banyak, muncul satu. Bhinneka Tunggal Ikapersatuan dalam keragaman. (tepuk tangan). Kita adalah dua negara yang telah menempuh jalur berbeda. Tetapi kedua negara kita menunjukkan bahwa ratusan juta yang memiliki keyakinan berbeda dapat dipersatukan dalam kebebasan di bawah satu bendera. Dan kita kini sedang membangun berdasarkan kemanusiaan bersama ini –- melalui orang-orang muda yang akan belajar di sekolah-sekolah di kedua negara kita; melalui para wirausahawan yang memperkuat ikatan yang dapat membawa kemakmuran yang lebih besar; dan melalui penerimaan kita atas nilai-nilai demokrasi yang mendasar dan aspirasi umat manusia.
Sebelum saya datang kesini, saya mengunjungi masjid Istiqlal -– sebuah tempat ibadah yang dulu masih dibangun ketika saya tinggal di Jakarta. Saya mengagumi menaranya yang tinggi, kubahnya yang besar, dan ruang dalamnya yang menyambut pengunjung. Tapi nama dan sejarahnya juga mewakili apa yang menjadikan Indonesia besar. Istiqlal berarti kemerdekaan, dan konstruksinya sebagian adalah kesaksian dari perjuangan negara ini untuk mendapat kebebasan. Selain itu, rumah ibadah bagi ribuan umat Muslim dirancang oleh seorang arsitek Kristen. (tepuk tangan).
Itulah jiwa Indonesia. Itulah pesan dari falsafah inklusif Indonesia, Pancasila. (tepuk tangan). Di seluruh nusantara yang menyimpan sejumlah ciptaan Tuhan yang paling indah, muncul pulau-pulau di atas samudera yang dinamai untuk kebebasan, dan rakyat yang memilih cara beribadah kepada Tuhan sesuai keinginan mereka. Islam berkembang, demikian pula agama-agama lain. Pembangunan diperkuat oleh kemunculan demokrasi. Tradisi lama bertahan, meski negara bergerak maju sebagai kekuatan yang menanjak.
Itu bukan berarti Indonesia tidak memiliki cacat. Tidak ada satupun negara yang sempurna. Tapi di sini kita dapat menemukan kemampuan untuk menjembatani perbedaan ras dan kawasan dan agama –- melalui kemampuan untuk melihat diri anda sendiri dalam semua individu. Sebagai seorang anak berketurunan banyak ras dan datang kemari dari negeri jauh, saya menemukan semangat ini dalam sambutan yang saya terima ketika pindah kesini: Selamat Datang. Sebagai seorang Kristen yang mengunjungi masjid dalam lawatan ini, saya menemukannya dalam kata-kata seorang pemimpin yang ditanyai mengenai kunjungan saya ini dan ia mengatakan “Muslim juga diizinkan mengunjungi gereja. Kita semua adalah umat Tuhan.”
Percikan kebijakan itu hidup dalam diri kita semua. Kita tidak dapat mengalah pada keraguan atau sikap sinis atau keputusasaan. Kisah Indonesia dan Amerika harus membuat kita optimis, karena menunjukkan kepada kita bahwa sejarah berada di sisi kemajuan manusia; bahwa persatuan lebih kuat daripada perpecahan; dan bahwa rakyat dunia ini dapat hidup bersama dalam damai. Semoga kedua negara kita dengan bekerja bersama, dengan keyakinan dan ketetapan hati, berbagi kebenaran ini dengan semua umat manusia.
Sebagai penutup, saya mengucapkan kepada seluruh rakyat Indonesia: terima kasih atas. Terima kasih. Assalamu’alaikum. Thank you. (tepuk tangan membahana)

Barack Husein Obama
di Auditorium Universitas Indonesia 
Depok Jawa Barat
10 November 2010
09:30 WIB

Selasa, 02 November 2010

Hati-hati Menulis Judul

Judul merupakan kunci dari sebuah artikel atau berita. Dibaca atau tidaknya sebuah tulisan biasanya karena menarik atau tidaknya judul yang dibuat. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam menulis judul, karena salah ketik bisa mengakibatkan salah makna seperti yang terjadi di sebuah koran lokal di Jawa Tengah