Belum lama ini aku menyaksikan tayangan film seri Criminal Minds
berjudul Internet. Berkisah tentang bagaimana para agen FBI dari
Behavioral Analysis Unit (BAU) yang mencoba mencari pembunuh berantai
yang menjebak korban menggunakan situs jejaring sosial di internet.
Salah satu pernyataan menarik diungkap karakter David Rossi, salah satu tokoh utama di serial ini: “Internet tak akan pernah lupa. Apa yang pernah kau tulis di facebook, di twitter, di blog, akan tercatat selamanya…”
Kisah berakhir dengan tertangkapnya si pembunuh berantai. Para agen BAU bisa mendapatkan jejak si pembunuh melalui internet.

Anda mungkin sudah lupa apa yang Anda tuliskan dalam status FB dua bulan lalu. Anda mungkin juga sudah lupa apa ‘kicauan’ Anda di Twitter pada hari Rabu dua pekan lalu. Anda mungkin sudah lupa apa komentar Anda di blog yang dikunjungi tiga bulan lalu. Anda bahkan mungkin sudah lupa apa posting yang Anda buat tepat setahun lalu. Anda mungkin sudah lupa. Tapi internet tidak.
Jadi, jika Anda pernah memaki seseorang di dunia maya, makian itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah merayu istri orang (atau suami orang) di internet, lepas apakah rayuan itu bersifat senda gurau, itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah melakukan fitnah di dunia maya, lepas dari apakah fitnah itu sifatnya iseng atau berdasarkan fakta, itu akan tersimpan selamanya.
Dewasa ini banyak software yang bisa ‘menghidupkan’ berbagai hal yang sebelumnya sudah ‘dimatikan’ di internet. Bahkan ada situs khusus yang menyediakan kemudahan untuk melihat-lihat arsip blog atau website yang sudah ‘almarhum’.
Internet sehat juga artinya bersikap ekstra hati-hati dalam membeberkan berbagai data pribadi di dunia maya. Apalagi jika data pribadi itu terkait dengan password (misalnya nama anak atau tanggal kelahiran sebagai password).
Internet sehat artinya proaktif bertutur dan menulis di dunia maya dengan santun. Membeberkan hal yang positif yang membangun. Mengisi konten dengan hal yang membuat pembaca menjadi kaya, setidaknya dari sisi moral dan bathin.
Internet sehat juga artinya membentengi diri agar tidak menjadi mangsa para ’serigala’ dunia maya, yang selalu mencari celah guna mendapatkan keuntungan.
Internet sehat, sesungguhnya mudah diucapkan namun sukar diterapkan. Bahkan jika melihat tren yang ada, maka kampanye internet sehat itu ibarat ‘mission impossible’. Namun dengan itikad yang lahir dari keinginan berbuat baik, untuk memberi arti dalam jejak yang ditorehkan di dunia maya, maka apa yang dianggap sebagai misi yang mustahil itu bisa terlaksana.
Pada akhirnya, penerapan internet sehat akan membuat seseorang menjadi hebat. Hebat dalam berinteraksi, hebat dalam beranalisa, hebat dalam merumuskan gagasan dan hebat dalam mengaplikasikan ide. Juga hebat dalam menangkal berbagai dampak negatif.Tidak mudah tentu saja, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.
So, karena internet tak pernah lupa, siapa yang mau menjadi hebat di dunia maya?
Sumber: http://catatanqu.blogdetik.com/2010/11/24/karena-internet-tak-pernah-lupa/
Salah satu pernyataan menarik diungkap karakter David Rossi, salah satu tokoh utama di serial ini: “Internet tak akan pernah lupa. Apa yang pernah kau tulis di facebook, di twitter, di blog, akan tercatat selamanya…”
Kisah berakhir dengan tertangkapnya si pembunuh berantai. Para agen BAU bisa mendapatkan jejak si pembunuh melalui internet.
***
Kisah yang aku saksikan di film itu pastilah fiksi. Namun kisah ini
mengacu pada peristiwa dan kondisi terkini, terutama yang terkait dengan
internet. Artinya, apa yang diungkap karakter David Rossi itu benar.
Apa yang Anda pernah tulis di internet akan tercatat selamanya. Karena
internet tak akan pernah lupa.
Anda mungkin sudah lupa apa yang Anda tuliskan dalam status FB dua bulan lalu. Anda mungkin juga sudah lupa apa ‘kicauan’ Anda di Twitter pada hari Rabu dua pekan lalu. Anda mungkin sudah lupa apa komentar Anda di blog yang dikunjungi tiga bulan lalu. Anda bahkan mungkin sudah lupa apa posting yang Anda buat tepat setahun lalu. Anda mungkin sudah lupa. Tapi internet tidak.
Jadi, jika Anda pernah memaki seseorang di dunia maya, makian itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah merayu istri orang (atau suami orang) di internet, lepas apakah rayuan itu bersifat senda gurau, itu akan tersimpan selamanya. Jika Anda pernah melakukan fitnah di dunia maya, lepas dari apakah fitnah itu sifatnya iseng atau berdasarkan fakta, itu akan tersimpan selamanya.
Dewasa ini banyak software yang bisa ‘menghidupkan’ berbagai hal yang sebelumnya sudah ‘dimatikan’ di internet. Bahkan ada situs khusus yang menyediakan kemudahan untuk melihat-lihat arsip blog atau website yang sudah ‘almarhum’.
***
Dalam konteks ini, kampanye ‘internet sehat’ menjadi sangat penting.
Kampanye untuk mengingatkan para pengguna internet agar berhati-hati.
Agar berpikir panjang sebelum menulis sesuatu. Agar berpikir seribu kali
sebelum mencerca orang lain. Agar berpikir masak-masak sebelum
melontarkan gurauan di dunia maya, karena ada pihak yang menganggap
gurauan sebagai hal yang serius.Internet sehat juga artinya bersikap ekstra hati-hati dalam membeberkan berbagai data pribadi di dunia maya. Apalagi jika data pribadi itu terkait dengan password (misalnya nama anak atau tanggal kelahiran sebagai password).
Internet sehat artinya proaktif bertutur dan menulis di dunia maya dengan santun. Membeberkan hal yang positif yang membangun. Mengisi konten dengan hal yang membuat pembaca menjadi kaya, setidaknya dari sisi moral dan bathin.
Internet sehat juga artinya membentengi diri agar tidak menjadi mangsa para ’serigala’ dunia maya, yang selalu mencari celah guna mendapatkan keuntungan.
Internet sehat, sesungguhnya mudah diucapkan namun sukar diterapkan. Bahkan jika melihat tren yang ada, maka kampanye internet sehat itu ibarat ‘mission impossible’. Namun dengan itikad yang lahir dari keinginan berbuat baik, untuk memberi arti dalam jejak yang ditorehkan di dunia maya, maka apa yang dianggap sebagai misi yang mustahil itu bisa terlaksana.
Pada akhirnya, penerapan internet sehat akan membuat seseorang menjadi hebat. Hebat dalam berinteraksi, hebat dalam beranalisa, hebat dalam merumuskan gagasan dan hebat dalam mengaplikasikan ide. Juga hebat dalam menangkal berbagai dampak negatif.Tidak mudah tentu saja, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.
So, karena internet tak pernah lupa, siapa yang mau menjadi hebat di dunia maya?
Sumber: http://catatanqu.blogdetik.com/2010/11/24/karena-internet-tak-pernah-lupa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda...